SURABAYA ( LENTERA ) - Peneliti menamai tumbuhan endemik Peru dengan nama Lionel Messi karena warna bunganya menyerupai seragam Argentina. Namun, spesies yang mampu bertahan di lereng berbatu itu menghadapi ancaman perubahan iklim ekstrem dan kebakaran hutan.
Nama Lionel Messi kini diabadikan dalam dunia botani. Peneliti menemukan spesies tumbuhan langka bernama Salvia messii di Pegunungan Andes, wilayah tengah dan selatan Peru. Di balik penamaan yang terinspirasi pesepak bola Argentina tersebut, ada persoalan sains yang lebih mendesak: kelangsungan hidup spesies yang rentan di habitat alaminya.
Mengutip The New York Times, tumbuhan ini termasuk famili Lamiaceae, kelompok yang juga mencakup mint dan berbagai tanaman aromatik. Tingginya dapat mencapai 1,5 meter, dengan bunga berwarna biru muda dan putih yang mengingatkan pada warna seragam tim nasional Argentina.
Salvia messi tumbuh di lereng berbatu dan relatif kering pada ketinggian 2.000–2.400 meter di atas permukaan laut. Kemampuannya bertahan di lingkungan yang keras menjadi karakteristik menarik bagi peneliti. Namun, adaptasi tersebut tidak membuatnya kebal terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Ketua tim penelitian dari Museum Sejarah Alam Universitas Nasional San Marcos, Paul Gonzales, menyebut spesies ini menghadapi ancaman serius di alam liar.
"Spesies ini terancam punah terutama akibat dampak perubahan iklim yang ekstrem dan maraknya kebakaran hutan di wilayah Andes," kata Gonzales dalam laporan ilmiahnya
.
Nama Messi dan Identitas Botani
Peneliti Argentina yang terlibat dalam studi tersebut, Rolando Uria, menjelaskan bahwa nama Salvia messii dipilih untuk menghormati Lionel Messi, yang dikenal atas konsistensi dan kemampuan beradaptasinya di lapangan.
"Kami ingin mengabadikan warisan dan keandalan sosok Lionel Messi di lapangan ke dalam nama tumbuhan yang memiliki kemampuan adaptasi luar biasa di lingkungan keras ini. Salvia messii secara harfiah bermakna 'tanaman Messi'," ujar Uria.
Dalam tata nama ilmiah, pemberian nama spesies mengikuti kaidah nomenklatur internasional. Nama yang merujuk kepada seseorang dapat dibentuk melalui penyesuaian Latin, termasuk penggunaan akhiran tertentu. Penamaan tersebut merupakan bentuk penghormatan, bukan penanda kepemilikan.
Fenomena penggunaan nama tokoh untuk spesies baru bukan hal asing dalam ilmu pengetahuan. Nama figur publik dapat membantu menarik perhatian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati yang belum banyak dikenal. Meski demikian, penemuan dan penamaan spesies harus didasarkan pada karakteristik biologis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Mengapa Tumbuhan Endemik Rentan?
Spesies endemik adalah organisme yang secara alami hanya ditemukan di wilayah geografis tertentu. Karena persebarannya terbatas, perubahan lingkungan di habitat tersebut dapat berdampak besar terhadap kelangsungan populasinya.
Kebakaran hutan dapat merusak vegetasi dan mengganggu regenerasi tumbuhan. Sementara itu, perubahan suhu dan pola curah hujan berpotensi mengubah kondisi habitat, ketersediaan air, serta waktu pertumbuhan dan pembungaan.
Bagi tumbuhan yang hanya hidup di kawasan tertentu, peluang berpindah ke habitat lain yang sesuai juga bisa terbatas. Karena itu, perlindungan kawasan tumbuh menjadi bagian penting dalam upaya konservasi spesies langka.
Tumbuhan dari genus Salvia diketahui memiliki kerabat yang mengandung senyawa dengan potensi antioksidan dan antiinflamasi. Namun, potensi tersebut tidak otomatis membuktikan Salvia messii memiliki khasiat medis yang sama. Manfaat spesifiknya tetap membutuhkan penelitian tersendiri.(far,ist/dya)





.jpg)