Tinjau TKA di Kota Malang, Gubernur Khofifah Minta Listrik dan Internet Aman untuk 438.126 Siswa se Jatim
MALANG (Lentera) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMKN 8 Kota Malang, Senin (25/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Khofifah melanjutkan pertemuan melalui daring dengan seluruh kepala sekolah se Jatim, meminta kesiapan pasokan listrik dan jaringan internet dipastikan aman untuk mendukung kelancaran pelaksanaan TKA yang diikuti 438.126 siswa se Jawa Timur.
"Alhamdulillah hari ini kami memulai TKA sesi pertama, total kalau dari daftar yang ada itu ada 438.126 siswa. Tapi nanti kami akan cek ulang, mudah-mudahan semuanya sehat, tidak ada halangan, sehingga semua bisa mengikuti TKA hari ini," ujarnya.
Khofifah mengatakan, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan TKA berjalan lancar. Gangguan pasokan listrik maupun konektivitas internet berpotensi menghambat proses pengerjaan soal dan mengganggu konsentrasi siswa.
Karena itu, ia meminta, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memastikan jaringan listrik dan konektivitas jaringan telekomunikasi berfungsi dengan baik selama pelaksanaan ujian. Khofifah juga menginstruksikan agar genset disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pasokan listrik.
"Jangan sampai misalnya terjadi blackout, mudah-mudahan tidak terjadi karena itu akan mengganggu konsentrasi anak-anak," katanya.
Khofifah menyebut, berdasarkan uji coba yang telah dilakukan sebelumnya, konektivitas jaringan dan pasokan listrik berjalan lancar. Meski demikian, ia berharap kesiapan tersebut tetap terjaga selama seluruh rangkaian TKA berlangsung.
Selain memastikan kesiapan teknis, Khofifah mengingatkan siswa agar mengerjakan soal dengan konsentrasi penuh dan tidak meremehkan mata pelajaran tertentu. Pesan tersebut disampaikan mengingat pelaksanaan TKA hari pertama mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Menurutnya, siswa tidak boleh menganggap mata pelajaran tertentu lebih mudah dibandingkan mata pelajaran lainnya. Anggapan tersebut berpotensi membuat siswa kurang memberikan perhatian saat mengerjakan soal.
"Tidak boleh underestimate. Sehingga tidak menempatkan pelajaran tertentu, mapel tertentu ini pada posisi prioritas," tegasnya.
Lebih lanjut, Khofifah berharap pelaksanaan TKA dapat berjalan lancar sehingga siswa bisa mempersiapkan langkah berikutnya setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
"Semoga yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat mengikuti proses tersebut dengan baik. Sementara, lulusan yang memilih bekerja diharapkan memperoleh pekerjaan sesuai keterampilan dan talenta yang dimiliki," katanya.
Dalam hal ini Khofifah mencontohkan, Jawa Timur telah melepas 4.915 lulusan SMK untuk mengikuti program magang atau bekerja di luar negeri pada 20 Mei lalu. Jumlah tersebut, menurutnya, lebih besar dibandingkan 3.600 peserta dari luar Jawa Timur yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai informasi, Gubernur Khofifah tiba di SMKN 8 Kota Malang sekitar pukul 07.20 WIB. Usai meninjau persiapan pelaksanaan TKA di sejumlah kelas, pihaknya mengikuti pertemuan daring bersama seluruh kepala sekolah se-Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah memimpin doa bersama sebelum pelaksanaan TKA dimulai.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)