Partisipasi Siswa se Jatim Capai 96,80 Persen, Kadindik Sebut TKA jadi Pertimbangan Masuk PTN
MALANG (Lentera) - Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai menyebut nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN), khususnya melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Sementara itu, partisipasi siswa kelas XII dalam pelaksanaan TKA di Jawa Timur, disebutkannya mencapai 96,80 persen berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Alhamdulillah dari seluruh sekolah yang ada di Jatim yang mengikuti TKA, dengan jumlah murid yang ada di kelas 12, itu berdasarkan data dari Kemendikdasmen, Jatim ada di posisi 96,80 persen. Artinya cukup signifikan anak-anak kita yang mengikuti TKA," ujar Aries, usai mendampingi Gubernur Jawa Timur meninjau langsung pelaksanaan TKA sesi pertama di SMKN 8 Kota Malang, Senin (26/10/2026).
Diketahui, berdasarkan data daftar hadir sementara pada sesi pertama, sebanyak 438.126 siswa di Jawa Timur mengikuti TKA secara serentak. Tingginya partisipasi tersebut, menurut Aries, menunjukkan besarnya animo siswa dan sekolah dalam mengikuti asesmen yang mengukur kemampuan akademik tersebut.
"Meskipun TKA ini memang bukan kewajiban, tetapi melihat animo dari sekolah, dari murid, itu terlihatnya sudah hampir maksimal yang mengikuti kegiatan ini," katanya.
Ditegaskannya, hasil TKA dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi siswa yang hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Nilai tersebut akan diakumulasikan dengan nilai rapor siswa selama 3 tahun masa pendidikan di sekolah. Salah satu jalur seleksi yang dimaksud, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Meski memiliki keterkaitan dengan seleksi pendidikan tinggi, Aries menekankan TKA bukan merupakan syarat kelulusan siswa dari sekolah.
"Cuman ini bukan menjadi syarat kelulusan. Tetapi untuk masuk di perguruan tinggi negeri, salah satunya melalui jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP), itu menjadi ukuran mereka untuk bisa masuk. Melalui jalur prestasi," tuturnya.
Di tengah tingginya partisipasi siswa, Dindik Jatim tidak menetapkan target nilai tertentu dalam pelaksanaan TKA. Aries mengatakan, pihaknya tidak ingin target tersebut justru menambah beban bagi siswa yang mengikuti asesmen.
Menurutnya, kemampuan akademik siswa merupakan hasil dari proses pembelajaran jangka panjang yang berlangsung sejak kelas X hingga kelas XII. Oleh karena itu, kesiapan menghadapi TKA tidak semata-mata dibangun dalam waktu singkat menjelang pelaksanaan tes.
Aries berharap, siswa dapat terus meningkatkan kemampuan akademik melalui proses belajar selama di sekolah. Dengan persiapan yang dilakukan secara berkelanjutan, siswa juga diharapkan mampu menghadapi TKA dengan lebih tenang tanpa terbebani target nilai dari dinas.
"Fokus utama siswa harus tetap pada proses pembelajaran yang telah dijalani selama 3 tahun, sehingga pelaksanaan TKA dapat dihadapi dengan kesiapan yang lebih baik," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)