30 October 2026

Get In Touch

Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim, DPRD Gelar Wayang Kulit Gratis untuk Masyarakat

Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf
Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf

SURABAYA (Lentera) – DPRD Jawa Timur menggelar pagelaran wayang kulit gratis bagi masyarakat, dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Pertunjukan bertajuk Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim 2026 akan berlangsung, pada Kamis (29/10/2026) di halaman DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya.

Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf, mengungkapkan pelestarian seni dan budaya daerah perlu mendapat ruang di tengah masyarakat. Menurutnya, wayang kulit tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga sarana menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang relevan lintas generasi.

“Melalui pagelaran wayang kulit ini, kami ingin ikut menjaga agar seni dan budaya tradisional tetap lestari serta dikenal oleh generasi muda. Budaya merupakan bagian dari jati diri bangsa yang harus dirawat bersama,” ungkap Musyafak, Selasa (27/10/2026).

Politisi PKB tersebut berharap kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan antara DPRD Jatim dan masyarakat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal. Ia menegaskan, seni dan budaya tradisional merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda.

“Wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Di dalamnya ada nilai moral, filosofi kehidupan, dan kearifan lokal yang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini,” terangnya.

Menurut Musyafak, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintahan. Salah satu upayanya ialah menghadirkan pertunjukan tradisional di ruang publik agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal, menikmati, sekaligus mencintai warisan budaya bangsa.

Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim 2026 akan berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Ki Arif Sarjono akan bertindak sebagai dalang dengan membawakan lakon Wahyu Jitabsara. Pertunjukan ini juga akan dimeriahkan Cak Percil Cs, Abah Kirun, dan Guyon Maton.

Kehadiran para pengisi acara tersebut diharapkan menambah daya tarik pertunjukan sehingga seni pewayangan dapat dinikmati berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin budaya tradisional tetap dekat dengan masyarakat. Jangan sampai generasi muda hanya mengenal wayang sebagai cerita masa lalu, padahal banyak nilai kehidupan yang bisa dipelajari dari seni pewayangan,” pungkasnya.

Selain menjadi ruang apresiasi seni, pagelaran ini diharapkan memperkuat kedekatan DPRD Jatim dengan masyarakat. Pendekatan budaya dinilai dapat menjadi ruang perjumpaan yang lebih terbuka sekaligus mengingatkan bahwa pelestarian tradisi merupakan tanggung jawab bersama.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.