03 April 2025

Get In Touch

Kebijakan Walikota Kediri Mendongkrak Omzet UMKM

Staf BUMN dan swasta di Kota Kediri mulai melaksanakan wajib Baju bahan tenun ikat tiap Kamis.
Staf BUMN dan swasta di Kota Kediri mulai melaksanakan wajib Baju bahan tenun ikat tiap Kamis.

KEDIRI (Lenteratoday) - Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar menunjukkan totalitas dalam upaya mendongkrak omzet UMKM yang menurun akibat dampak pandemi Covid-19, khususnya perajin tenun ikat. Cara yang dilakukan adalah dengan mengimbau pada semua staf BUMN dan Swasta yang ada di Kota Kediri mengenakan tenun ikat setiap hari Kamis.

Sebelumnya, melalui Instruksi Walikota Kediri No.4/2010 mewajibkan pada staf ASN di Pemkot Kediri mengenakan tenun ikat kediri setiap Hari Kamis. Kebijakan tersebut diperluas demi mendongkrak omzet UMKM penenun ikat yang merosot pada pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Hal ini mulai dilakukan staf BUMN dan perusahaan swasta di Kota Kediri. Bagi yang belum punya, mereka mulai membeli tenun ikat dan menjahitkannya.

Pramita Wdyasindy, Penyelia Pemasaran Dana Bank Jatim mengaku harus punya stok baju tenun ikat lebih dari satu, karena ada aturan baru yang diberlakukan di perusahaannya wajib mengenakan pakaian berbahan tenun ikat setiap Kamis. Demikian juga dengan Okky Yudistari, staf Pemasaran Dana di Bank Jatim.

“Kalau punya baju tenun sudah lama punya. Tapi karena sekarang harus pakai, ya beli lagi,” kata Okky, Kamis (12/11/2020).

Hal ini berdampak bagus pada penjualan tenun ikat kediri. Sejak pandemi Covid-19 mulai April hingga saat ini, pertumbuhan ekonomi melambat di berbagai wilayah Indonesia, tak terkecuali di Kota Kediri. Konsumsi masyarakat fokus kepada kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda, seperti sembako sehingga sektor lain menurun omzetnya.

“Kami mengaktifkan kegiatan ekonomi di segala bidang, khususnya untuk UMKM. Caranya dengan mendorong pembelanjaan baik oleh pemerintah maupun swasta.” kata Zachrie Ahmad, Kepala Bidang Perekonomian Kota Kediri.

Sementara itu, Sundari, 60, perajin tenun ikat merek Tenun Woro mengaku akhir-akhir ini mendapatkan pesanan tenun ikat dari beberapa orang untuk baju kantor. Tentu hal ini membuatnya berbunga hati setelah beberapa bulan sepi. Tak hanya pesanan kain, dia juga menerima pesanan jahitannya juga.

Hal serupa juga dirasakan Ayumila, 29, pemilik usaha tenun ikat merek Sinar Barokah. Setelah pesanan masker tenun ikat, kali ini mulai ada yang membeli kain untuk dibikin baju kantor. (gos)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.