
SURABAYA (Lenteratoday) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengukuhkan delapan guru besar atau profesor sekaligus. Pengukuhan dilakukan dalam Sidang Terbuka dan Pengukuhan Profesor ITS di Gedung Research Center ITS, Rabu (25/11/2020). Pengukuhan ini menjadi pengukuhan terbesar sepanjang sejarah ITS.
Profesor baru tersebut yaitu Prof Agus Purwanto, Prof Chairul Imron, Prof Triwikantoro, dan Prof Djoko Hartanto, mereka adalah dosen dari Fakultas Sains dan Analitika Data. Kemudian Prof Ridho Bayuaji dari Fakultas Vokasi, Prof Heri Supomo dari Fakultas Teknologi Kelautan, Prof Tohari Ahmad dari Departemen Teknik Informatika, dan Prof Harus Laksana Guntur dari Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem.
Ketua Dewan Profesor ITS, Prof Dr Ir Nadjaji Anwar MSc menyambut gembira anggota barunya yang pada kesempatan kali ini menggenapi jumlah total guru besar yang dikukuhkan ITS hingga 132 profesor. “Suatu anugerah yang besar, karena perlahan porsi guru besar ITS menginjak di angka 10 persen dari total 966 dosen aktif,” ungkapnya gembira.
Profesor yang juga mengetuai Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MDGB PTN-BH) ini juga beramanat, supaya Dewan Profesor dapat mendarmabaktikan ilmunya serta setia terhadap almamater ITS. “Tentu tidak lupa kita berharap semoga membawa berkah dan manfaat untuk keluarga, nusa, dan bangsa,” ucapnya menutup sambutan.
Sementara itu, Rektor ITS Prof Ir Mochamad Ashari MEng PhD mendukung apa yang diungkapkan Nadjaji sebelumnya. Menurutnya, mendapat tambahan sumber daya manusia (SDM) yang secara formal menyandang gelar profesor akan banyak membawa implikasi kepada ITS. “Misalnya, sangat banyak dibutuhkan SDM profesor unggul untuk menunjang 16 program doktoral yang kita punyai,” sebutnya.
Di samping itu, harapannya menjulang akan semakin meningkat pula jumlah mahasiswa ITS di tingkat pascasarjana, seiring dengan peningkatan jumlah profesor kali ini. Tak hanya itu, dari segi pendampingan mahasiswa, rektor yang akrab disapa Ashari ini juga mendorong agar prestasi mahasiswa ITS bisa meningkat lebih jauh lagi. “Sebelumnya, belum menjadi profesor saja, para mahasiswa dampingan bapak-bapak sekalian banyak menjaring prestasi. Apalagi sekarang (setelah menjadi profesor),” candanya memotivasi.
Terkait pemeringkatan ITS yang kian membaik, guru besar dari Departemen Teknik Elektro itu pun yakin bahwa bertambah banyaknya jumlah profesor juga akan membantu kenaikan kontribusi ITS pada publikasi internasional. “Melonjaknya jumlah profesor secara eksponensial, harapannya akan meningkatkan pula jumlah mahasiswa pascasarjana dan kontribusi publikasi internasional ITS,” tandasnya penuh semangat.
Sekali lagi ia menegaskan bahwa titik yang dicapai sekarang ini adalah awal perjuangan mengemban amanah dari negeri yang lebih banyak lagi. “Selamat dan silakan bergabung dengan komunitas di Research Center, Innovative Center, serta banyak pusat kajian lainnnya yang telah menanti anda,” pungkasnya. (ufi/ist)