04 April 2025

Get In Touch

Uni Eropa: Surplus Vaksin akan Disalurkan ke Negara Berkembang

Uni Eropa akan distribusikan surplus vaksin ke negara berkembang -Ant
Uni Eropa akan distribusikan surplus vaksin ke negara berkembang -Ant

[JAKARTA] Lenteratoday - Uni Eropa (EU) menyatakan tidak akan menimbun vaksin Covid-19 dan akan membagikan kelebihan dosis vaksin kepada negara-negara berkembang yang membutuhkan.

Berbicara dalam pemaparan media secara virtual, Kamis (28/1/2021), Duta Besar EU untuk ASEAN Igor Driesmans menyebut Uni Eropa tengah melihat adanya kelangkaan vaksin akibat proses perizinan serta produksi tahap pertama yang masih berjalan.

"Namun jelas, begitu produksi ditingkatkan, surplus vaksin di luar kebutuhan EU akan dibagikan kepada negara dunia ketiga, dan tentu saja kami tidak akan menimbun vaksin yang telah kami beli untuk diri sendiri," kata Driesmans.

Ia menegaskan bahwa Uni Eropa telah berkomitmen untuk hal tersebut.

Uni Eropa, pada pertengahan tahun 2020, telah menandatangani perjanjian pembelian awal vaksin Covid-19 dengan sejumlah perusahaan farmasi, baik dari dalam wilayah itu maupun dari negara luar.

EU mengamankan hampir 2,3 miliar dosis dari AstraZeneca, Sanofi-GSK, Johnson and Johnson, BioNTech-Pfizer, CureVac, dan Moderna--meski blok itu mempunyai jumlah populasi jauh di bawah pasokan, yakni sekitar 448 juta jiwa.

"Uni Eropa melakukan hal tersebut karena ketika Musim Panas 2020, kami belum yakin dan belum mengetahui riset mana yang akan membuahkan hasil, perusahaan mana yang dapat memberikan vaksin yang aman dan efektif," ujar Driesmans.

"Dan merupakan suatu keajaiban bahwa setidaknya beberapa di antara mereka telah mampu memproduksi (vaksinnya), itulah mengapa kami membeli dosis dalam jumlah besar di awal dari beberapa produsen, untuk menjamin bahwa kami mempunyai jumlah yang cukup untuk seluruh populasi di Uni Eropa," kata dia menjelaskan.

Sebelumnya, Selasa (26/1), Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyerukan agar negara-negara maju tidak menimbun persediaan vaksin Covid-19 dan meminta mereka untuk membagikan vaksin ke negara lain sehingga akan ada persediaan yang adil.

"Negara-negara kaya membeli vaksin dalam jumlah besar beberapa negara membeli dosis vaksin empat kali lipat lebih banyak dari kebutuhan warganya dan itu mengurangi jatah vaksin bagi negara lain," kata Ramaphosa (Ant). 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.