03 April 2025

Get In Touch

Rambut Rontok? 5 Mitos Ini Salah

Rambut Rontok? 5 Mitos Ini Salah

Rambut rontok bisa disebabkan oleh faktor genetik, hormonal dan aspek lingkungan. Mana penyebab pasti dari ketiga itu, sulit untuk dipastikan.

Bentuk paling umum kerontokan rambut, baik bagi pria maupunwanita, adalah androgenetic alopecia atau kebotakan terpola. Diperkirakan lebihdari 95 persen pria yang menderita kerontokan rambut dipengaruhi olehandrogenetic alopecia.

Meskipun banyak orang mengira bahwa kebotakan ataukerontokan rambut hanya dialami pria, faktanya ada banyak juga wanita yangmengalami hal serupa. Kita kehilangan 50-100 helai rambut setiap hari dan iniwajar. Banyak orang tidak memerhatikannya karena ada 100 ribu lebih folikel dikulit kepala kita, angka 50-100 dianggap tidak signifikan. Itulah faktanya.

Di luar fakta-fakta ilmiah ini, ada juga mitos-mitos seputarrambut rontok yang tidak perlu Anda percaya.

1. Mengenakan topi akan menyebabkan rambut rontok

Kecuali Anda memakai topi dengan begitu ketat sehinggamengganggu sirkulasi folikel, Anda bisa memakai topi sesering yang Anda sukatanpa mengalami kerontokan rambut. Traksi alopecia, atau kerontokan yangdisebabkan oleh kerusakan folikel rambut, adalah kondisi yang sering kehilangandiasosiasikan dengan pemakaian topi. Padahal, ikatan atau kepang rambut yangterlalu kencang, lebih mungkin menyebabkan traksi alopecia.

2. Kebotakan diwariskan dari pihak ibu

Genetika memang memainkan peran utama dalam kerontokanrambut. Namun, kemungkinan pihak ayah atau ibu menurunkan gen kerontokanrambut, adalah sama besarnya. Ada penelitian yang mengatakan bahwa gen rambutrontok diturunkan melalui kromosom X yang kita terima dari ibu kita. Namun,penelitian yang lebih baru telah mengidentifikasikan bahwa gen rambut rontokjuga ada di kromosom Y yang dimiliki oleh ayah Anda. Artinya, ada berbagaifaktor genetik yang dapat mempengaruhi kerontokan rambut, bukan hanya gentunggal yang ditemukan pada kromosom X.

3. Kerontokan rambut tidak bisa diperbaiki

Selain genetik, perubahan hormonal juga dapat menyebabkankerontokan rambut. Perpanjangan hormon testosteron pria menjadidihidrotestosteron (DHT) merupakan penyebab langsung dari rambut rontok.Testoteron juga ada pada beberapa wanita. Muncul hampir di antara beberapawanita. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan yang kelebihan hormon testosteronlebih mungkin untuk menderita kerontokan rambut. Perubahan hormon testosteronmenjadi DHT dapat memberi dampak buruk pada folikel rambut. Untungnya, adaperawatan rambut rontok seperti Propecia dan Rogaine yang efektif menurunkankadar hormon DHT rambut rontok dapat dicegah dan dalam beberapa kasus bahkanrambut bisa tumbuh lebat kembali.

4. Hanya orang tua yang mengalami kerontokan rambut

Ya, rambut yang cenderung menipis sejalan dengan usia, tapirambut rontok karena traksi alopecia dapat terjadi mulai usia puber. Kerontokanrambut pada usia muda, cenderung lebih sulit untuk diobati. Rambut rontok dapatmulai terjadi sejak usia remaja untuk pria, dan usia 20-an untuk wanita. Dalamkasus tersebut, penting untuk berkonsultasi dengan seorang spesialis restorasirambut untuk menyingkirkan penyebab atipikal rambut rontok, seperti sindromovarium polikistik, gangguan hormonal yang umum terjadi pada wanita. Gangguanhormonal ini memiliki gejala, salah satunya adalah rambut rontok.

5. Stres menyebabkan rambut rontok

Beberapa penelitian memang mengatakan bawa trauma fisik danemosional termasuk penambahan berat badan tiba-tiba, kondisi medis tertentu,atau kematian seseorang dalam keluarga, dapat menyebabkan rambut rontok. Namun,sebenarnya stres tidak secara langsung menyebabkan kerontokan. Stres mengurassimpanan vitamin B12 dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk menyalurkandarah, oksigen, dan nutrisi ke jaringan tubuh kita, termasuk rambut. Stres yangumum terjadi sehari-hari seperti misal stres karena kemacetan atau pekerjaan,tidak menyebabkan kerontokan. Yang menyebabkan kerontokan adalah stres yangsangat berat seperti misal kehilangan orang yang dicintai.(*)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.