
BANYUWANGI (Lenteratoday) - Sektor pariwisata di Banyuwangi mulai bergeliat setelah dibuka secara bertahap dan terbatas sejak 10 September 2021 lalu. Sejumlah destinasi wisata mulai dikunjungi wisatawan dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung.
Sejumlah pelaku usaha perjalanan wisata pun melirik Banyuwangi untuk mengkreasi paket wisata mereka. Di antaranya adalah 32 penyelenggara jasa perjalanan wisata yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Haji dan Umrah Nusantara (Gaphura) yang berkunjung ke Banyuwangi sejak Jum'at (1/10/2021) hingga Kamis (7/10/2021). Gaphura adalah organisasi biro perjalanan wisata halal, haji, dan umrah.
"Kami pernah webinar bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Duta Besar RI untuk Uni Eropa. Di sana kami sharing tentang pariwisata, salah satunya membincangkan Banyuwangi. Dari situ kami para penyelenggara wisata tertarik ke Banyuwangi," kata Ketua Umum Gaphura, Ali Mohamad Amin di Banyuwangi, Kamis (7/10/2021).
”Apalagi kami tentu memperhitungkan soal kesehatan, soal PPKM, dan di Banyuwangi kan PPKM Level 2, sehingga destinasinya mulai dibuka. Juga yang pasti dari sisi infrastruktur, akses yang mudah, seperti hotel dan homestay, yang semuanya relatif sangat baik,” imbuhnya.
Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 47/2021, daerah yang masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Jawa Timur hanya lima kabupaten/kota. Salah satunya Banyuwangi. Dari lima kabupaten/kota tersebut, bisa dibilang hanya Banyuwangi yang merupakan daerah destinasi wisata. Dengan PPKM Level 2, destinasi sudah boleh dibuka. Sedangkan bagi yang masih PPKM Level 3, belum diperbolehkan membuka destinasi.
Sementara Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berterima kasih atas dukungan berbagai pihak salah satunya Gaphura. Menurut Ipuk, pariwisata di Banyuwangi dibuat tersegmentasi dengan mengutamakan wisata keluarga, dan banyak dikelola warga setempat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Dengan demikian masyarakat turut terlibat, sehingga menggerakkan perekonomian warga," kata Ipuk.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, sejak resmi dibuka pada 10 September 2021, tiap pekan jumlah kunjungan wisatawan selalu meningkat. Hingga awal Oktober, tercatat ada 55.596 wisatawan memasuki destinasi wisata di Banyuwangi. (*)
Reporter : P Juliatmoko
Editor : Lutfiyu Handi