04 April 2025

Get In Touch

Profil 10 Capim KPK : Firli Paling Tajir, Lili ‘Termiskin’

Profil 10 Capim KPK : Firli Paling Tajir, Lili ‘Termiskin’

JAKARTA,LETRA.ID- Panitia Seleksi Capim KPK telah menyerahkan 10 nama capim KPK ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kesepuluh nama itu nanti akan diserahkan ke DPR untuk dipilih menjadi lima nama komisioner KPK.

Dari daftar tersebut, Irjen Pol Firli lahir di Lontar yangmenjabat sebagai anggota kepolisian memiliki harta terbanyak senilai Rp 18,2miliar. Sementara, Capim KPK ‘termiskin’ alias memiliki harta paling sedikitdiantara Capim lain adalah Lili Pintauli Siregar, seorang advokat dengan hartaRp 70,5 juta. Lili juga menjadi satu-satunya wanita yang namanya masuk CapimKPK.

Sebagaimana diketahui, penyerahan nama-nama itu dilakukan diIstana Negara, Jakarta, Senin (2/9). Kesepuluh nama itu merupakan orang-orangyang berhasil lolos dari wawancara dan uji publik.

Di antara nama-nama itu, ada nama komisioner KPK petahanaAlexander Marwata hingga Kapolda Sumsel Irjen Firli. Berikut ini profilsingkatnya:

1. Alexander Marwata, Komisioner KPK

Dikutip dari laman resmi KPK, Alexander Marwata lahir diKlaten, Jawa Tengah, 26 Februari 1967. Dia pernah menjadi hakim ad hocPengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Alex pernah mengenyam pendidikan diSD Plawikan I Klaten (1974-1980), SMP Pangudi Luhur Klaten (1980-1983) dan SMAN1 Yogyakarta (1983-1986). Kemudian melanjutkan pendidikan tingginya, D IV diJurusan Akuntansi STAN Jakarta. Tahun 1995, ia melanjutkan sekolahnya lagi S1Ilmu Hukum di Universitas Indonesia.

Sejak tahun 1987-2011, Alexander Marwata berkarir di BadanPengawas Keuangan Pembangunan (BPKP). Pada tahun 2012, ia kemudian menjadihakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dia terpilih menjadi Komisioner KPKperiode 2015-2019.

Alexander terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 27Februari 2019. Berdasarkan LHKPN yang diunggah di situs KPK, Alexander memilikitotal harta senilai Rp 4.968.145.287. Selain itu, dia juga punya hutang senilaiRp 1 miliar.

2. Firli Bahuri, Anggota Polri

Irjen Pol Firli lahir di Lontar, Muara Jaya, Ogan KomeringUlu, Sumsel 8 November 1963. Saat ini, dia menjabat sebagai Kapolda Sumselsejak 20 Juni 2019.

Firli tercatat pernah menjabat sejumlah jabatan penting. Iapernah menjadi ajudan Wakil Presiden RI Boediono. Ia kemudian menjabat WakilKepala Kepolisian Daerah Banten, Karopaminal Divpropam Polri, Kepala KepolisianDaerah Banten, Karodalops Sops Polri, Wakil Kepala Kepolisian Daerah JawaTengah, Kapolda NTB. Dia juga pernah menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK danterakhir sebagai Kapolda Sumsel.

Firli terakhir menyetor LHKPN pada 29 Maret 2019. Totalharta kekayaannya sebesar Rp 18.226.424.386.

3. I Nyoman Wara, Auditor BPK

I Nyoman Wara adalah auditor utama investigasi di BPK. Padatahun 2018, dia pernah menjadi saksi ahli auditor BPK dalam kasus BLBI yangmenjerat Syafruddin Arsyad Temenggung di Tipikor Jakarta.

I Nyoman Wara terakhir melaporkan LHKPN pada 29 Maret 2019.Total harta kekayaannya sebesar Rp 1.674.916.713.

4. Johanis Tanak, Jaksa

Johanis Tanak merupakan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata danTata Usaha Negara. Saat ini dia juga menjabat sebagai Direktur Tata UsahaNegara Kejaksaan Agung.

Johanis Tanak terakhir melaporkan LHKPN pada 28 Juni 2019.Total harta kekayaannya sebesar Rp 8.340.407.121.

5. Lili Pintauli Siregar, Advokat

Lili Pintauli Siregar merupakan seorang advokat yang pernahmenjadi Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dua periodemulai dari 2008-2013 dan 2013-2018. Selain itu, dia juga punya kantor advokatsendiri.

Lili terakhir melaporkan LHKPN pada 29 Maret 2018. Totalharta kekayaannya sebesar Rp 70.532.899.

6. Luthfi Jayadi Kurniawan, Dosen

Lutfi Jayadi Kurniawan berpreofesi sebagai dosen diUniversitas Muhammadiyah Malang. Dia juga dikenal sebagai aktivis anti korupsidan pendiri Malang Corruption Watch.utfi memperoleh gelar S-1 di bidang IlmuKesejahteraan Sosial dari Universitas Muhammadiyah Malang.

7. Nawawi Pomolango, Hakim

Nawawi Pomolango adalah seorang hakim. Dia mengawali kariernyasebagai hakim pada tahun 1992 di PN Soasio Tidore, Kabupaten Halmahera Tengah.Lantas pada 1996, ia dipindah tugaskan sebagai hakim di PN Tondano, SulawesiUtara. Lima tahun kemudian, ia dimutasi sebagai hakim PN Balikpapan dan pada2005 dimutasi lagi ke PN Makassar.

Nawawi mulai dikenal saat bertugas di PN Jakarta Pusat dalamkurun 2011-2013. Nawawi kerap ditugaskan mengadili sejumlah kasus rasuah yangditangani KPK karena punya di bidang ini.

Nawawi kembali ke Jakarta sebagai Ketua PN Jakarta Timurpada 2016. Saat menjadi Ketua PN Jaktim, Nawawi pernah menjadi hakim PengadilanTipikor Jakarta.

Nawawi pernah menjatuhkan vonis 8 tahun penjara kepada ekshakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, dalam kasus suap uji materi UUPeternakan dan Kesehatan Hewan. Ia juga pernah menghukum eks Ketua DPD IrmanGusman selama 4,5 tahun penjara dalam kasus suap kuota gula impor.

Akhir 2017, Nawawi kembali mendapat promosi sebagai hakimtinggi pada PT Denpasar sampai saat ini. Merujukpada laman resmi PT Denpasar,jabatannya saat ini merupakan Hakim Utama Muda. Nawawi terakhir melaporkanLHKPN pada 26 Maret 2019. Total harta kekayaannya sebesar Rp. 1.893.800.000.

8. Nurul Ghufron, Dosen

Mengutip laman resmi Universitas Jember (Unej), NurulGhufron lahir di Sumenep pada 22 September 1974. Dia merupakan Dosen Unejberpangkat golongan III d. Saat ini dia menjabat sebagai dekan Fakultas HukumUnej.

Nurul juga kerap menulis karya ilmiah dengan tema pidanakorupsi. Salah satu tulisannya yang tercantum di Google Schoolar, berjudul'Kedudukan Saksi Dalam Menciptakan Peradilan Pidana Yang Bebas Korupsi'. Nurulterakhir melaporkan LHKPN pada 23 April 2018. Total harta kekayaannya sebesarRp. 1.832.777.249.

9. Roby Arya B, PNS Sekretariat Kabinet

Roby Arya Brata adalah Asisten Deputi Bidang Ekonomi Makro,Penanaman Modal dan Badan Usaha Sekretariat Kabinet. Menurut catatan detikcom,Roby tercatat sudah tiga kali gagal dalam seleksi untuk jabatan struktural diKPK. Dia juga pernah mengajar antikorupsi dan good governance di STAN (SekolahTinggi Akuntansi Negara) serta pascasarjana Fakultas Hukum UniversitasIndonesia.

Roby terakhir melaporkan LHKPN pada 23 April 2018. Totalharta kekayaannya sebesar Rp. 1.832.777.249.

10. Sigit Danang Joyo, PNS Kementerian Keuangan.

Sigit Danang Joyo saat ini menjabat sebagai KepalaSubdirektorat Bantuan Hukum, Kementerian Keuangan. Sigit terakhir melaporkanLHKPN pada 27 Maret 2019. Total harta kekayaannya sebesar Rp. 2.968.792.000. (*)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.