04 April 2025

Get In Touch

Ingatkan Kesalahan Penanganan Pandemi Corona Saat Membuka KTT G-20, Jokowi: Never Again!

Presiden Joko Widodo duduk berdekatan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, PM Italia Giorgia Meloni dan Presiden China Xi Jinping saat sesi pertama KTT G20 di Candi Ballroom The Apurva Kempinski, Selasa
Presiden Joko Widodo duduk berdekatan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, PM Italia Giorgia Meloni dan Presiden China Xi Jinping saat sesi pertama KTT G20 di Candi Ballroom The Apurva Kempinski, Selasa

BANDUNG (Lenteratoday)- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 remsi dimulai Selasa (15/11/2022) hari ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta anggota G20 untuk mengambil langkah nyata dan siap siaga memperkuat arsitektur kesehatan global. Jokowi meminta dunia tidak mengulang kesalahan yang sama seperti pandemi virus Corona atau COVID-19.

Jokowi meminta agar dunia tidak mengulang kesalahan yang sama seperti saat pandemi COVID-19. Dia meminta agar "Never Again" menjadi mantra untuk menyiapkan dunia dari darurat kesehatan global.

"Dunia tidak boleh mengulang kesalahan saat pandemi COVID-19. Ini adalah pelajaran berharga untuk menyiapkan dunia dari darurat kesehatan global. Never Again harus menjadi mantra kita bersama," ujar Jokowi saat membuka sesi II mengenai kesehatan di K. Jokowi mulanya meminta pemimpin G20 untuk tidak lengah, meski saat ini dunia semakin pulih dari pandemi COVID-19.

"Para pemimpin G20 dunia kita semakin pulih dari COVID-19, tapi kita tidak boleh lengah. Darurat kesehatan berikutnya dapat muncul kapan saja. Kali ini dunia harus lebih siap kesiapsiagaan kita akan menyelamatkan nyawa dan perekonomian. Kita G20 harus mengambil langkah-langkah nyata dan segera," kata Jokowi.

Dalam sambutannya, Jokowi juga mengatakan bahwa saat ini dunia membutuhkan Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) yang lebih kuat dan bertaring. Menurutnya, solidaritas dan keadilan harus menjadi roh arsitektur kesehatan global.

"G20 telah berhasil membentuk pandemic fund. Ini harus diikuti dengan penambahan kontribusi pendanaan agar berfungsi secara optimal. Saya mengajak semua pihak berkontribusi. Indonesia telah memberikan komitmen 50 juta dolar. G20 juga harus ikut mengawal proses pembentukan traktat pandemi. Ini penting untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat nasional, kawasan, dan global," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi juga meminta agar negara berkembang diberdayakan sebagai bagian dari solusi. Jokowi menegaskan, kesenjangan kapasitas kesehatan tidak boleh dibiarkan."Negara berkembang perlu kemitraan yang memberdayakan. Negara berkembang harus menjadi bagian dari rantai fase global termasuk pusat manufaktur dan riset. Ini hanya bisa terjadi jika investasi industri kesehatan ditingkatkan. Kerja sama riset dan transfer teknologi diperkuat dan akses bahan baku produksi untuk negara berkembang diperluas," kata dia.(*)

Reposter:Asifa,rls | Editor:Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.