SURABAYA (Lentera) – Godaan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia kepada Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak untuk bergabung ke Golkar dinilai pengamat politik sebagai ujian loyalitas kader partai.
Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam mengatakan ajakan tersebut merupakan dinamika yang lazim dalam politik. Namun, menurutnya, perpindahan partai dalam situasi normal tanpa alasan kuat sebaiknya dihindari.
"Kader partai di goda untuk pindah itu ujian loyalitas, menurut saya jika situasi normal dan tidak ada alasan yang kuat, serta situasi force major sebaiknya dihindari untuk pindah-pindah partai, opini publik bisa berbalik tonenya bisa negatif," ungkap Surokim, Selasa (17/02/2026).
“Perpindahan tanpa alasan jelas dapat dianggap sebagai aji mumpung dan menunjukkan lemahnya loyalitas politik,” tambahnya.
Surokim menegaskan, posisi Emil saat ini tergolong strategis di Partai Demokrat karena menjabat Ketua DPD tingkat provinsi. Hingga kini, menurutnya, belum terlihat alasan mendasar yang mendorong Emil meninggalkan partai yang telah membesarkan karier politiknya.
Sebelumnya, Bahlil melontarkan gurauan bernuansa politik saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur di Surabaya, Minggu (15/2). Di hadapan ribuan kader, ia menggoda Emil dengan menyebut tanda-tanda “mulai goyang” untuk bergabung ke Golkar.
"Pak Wagub gimana apa sudah mulai goyang. Saya lihat Pak Wagub mulai goyang. Pak Wagub jangan terbuai dengan olahan Golkar. Tapi kalau Pak Wagub merasa hati sudah mulai nyaman, ya tidak apa-apa juga," ucap Bahlil yang disambut riuh tepuk tangan, Minggu (15/02).
Reporter: Pradhita/Editor: Ais






