SURABAYA (Lentera) - Parlemen Peru menyetujui pemakzulklan Presiden interim, José Jerí, yang baru menjabat empat bulan. Pemakzulan pada Selasa (17/2/2026) ini menyusul skandal pertemuan rahasia dengan sejumlah pebisnis asal China.
Melansir The Guardian, sebanyak 75 anggota parlemen mendukung pemecatan, sementara 24 menolak. Dengan demikian, keputusan parlemen ini mengakhiri masa jabatan Jerí. Pemakzulan tersebut sekaligus menandai pergantian pemimpin kedelapan di Peru sejak 2016 di tengah periode ketidakstabilan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ketua sementara Kongres Peru, Fernando Rospigliosi, mengatakan parlemen akan kembali menggelar pemungutan suara pada Rabu (18/2/2026) untuk menentukan siapa yang akan menggantikan Jerí sebagai presiden interim, hanya beberapa bulan sebelum pemilihan presiden yang dijadwalkan berlangsung pada April.
Skandal yang menjatuhkan Jerí dikenal dengan sebutan "Chifagate", merujuk pada rekaman kamera pengawas yang menunjukkan dirinya melakukan pertemuan di luar agenda resmi dengan pebisnis China. Salah satu video paling kontroversial memperlihatkan Jerí datang ke sebuah pertemuan dengan mengenakan hoodie, seolah berusaha menyembunyikan identitasnya.
Jerí, yang kini berusia 39 tahun, sebelumnya sempat menikmati tingkat popularitas yang tinggi di awal masa jabatannya. Namun, dukungan publik runtuh drastis setelah skandal Chifagate mencuat dan diikuti berbagai tuduhan lain. Sejumlah partai politik yang semula mendukungnya mulai berbalik arah dan mendesaknya mundur, terutama ketika kampanye pemilu nasional mulai bergulir.
Melansir cnbcindonesia, kasus ini kini juga merambah ranah hukum. Jaksa telah membuka penyelidikan awal terkait dugaan praktik jual beli pengaruh yang dikaitkan dengan pertemuan Jerí bersama Yang Zhihua, seorang pengusaha China yang dikenal dengan nama "Johnny" dan telah lama bermukim di Peru.
Selain Yang, jaksa juga menyoroti kehadiran warga China lain, Ji Wu Xiaodong, yang disebut berada dalam salah satu pertemuan tersebut. Menurut pihak kejaksaan, Ji dituduh terlibat dalam jaringan perdagangan kayu ilegal bernama Los Hostiles de la Amazonia dan sempat menjalani tahanan rumah selama dua tahun.
Jerí juga menghadapi sorotan terkait dugaan perekrutan perempuan muda yang tidak memenuhi kualifikasi, namun memperoleh jabatan di pemerintahan setelah melakukan pertemuan larut malam di Istana Kepresidenan.
Dugaan ini berdasarkan catatan resmi keluar-masuk tamu istana. Beberapa di antara mereka bahkan disebut kerap menemani Jerí dalam perjalanan dinas menggunakan pesawat kepresidenan. Jerí membantah seluruh tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa semua penunjukan dilakukan secara legal. (*)
Editor : Lutfiyu Handi






