28 February 2026

Get In Touch

DPRD Trenggalek Dorong Kota Atraktif yang Inklusif, Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi (dua dari kiri) menjadi narasumber dalam Musrena Keren 2026 di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Trenggalek, membahas pembangunan Kota Atraktif yang inklusif bagi perempuan, anak, disabilitas, dan kelompok rentan.
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi (dua dari kiri) menjadi narasumber dalam Musrena Keren 2026 di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Trenggalek, membahas pembangunan Kota Atraktif yang inklusif bagi perempuan, anak, disabilitas, dan kelompok rentan.

TRENGGALEK (Lentera) – DPRD Trenggalek menegaskan konsep “Kota Atraktif” yang diusung pada 2026 bukan sekadar penataan wajah kota, tetapi strategi besar membangun daerah yang kompetitif sekaligus inklusif dengan melibatkan perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan dalam setiap proses perencanaan.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan Lainnya (Musrena Keren) 2026 di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

 Doding menjelaskan, arah pembangunan daerah telah tertuang dalam RPJPD dan RPJMD. Pada 2026 hingga 2027, Pemkab bersama DPRD mengangkat tema “Kota Atraktif” dengan fokus pada penguatan infrastruktur berkualitas, berkelanjutan, ramah lingkungan, serta adaptif terhadap perubahan iklim.

Menurutnya, daya tarik kota harus dibangun melalui penataan ruang publik dan pengembangan sektor pariwisata secara serius dan terarah.

“Pembangunan atraktif ini juga harus inklusif, harus one for all. Satu untuk semua, semua untuk satu. Artinya pembangunan itu harus merangkum dari aspirasi semua masyarakat di Kabupaten Trenggalek,” ujar Doding.

Ia menyebut, sejumlah proyek strategis akan mendapat dukungan anggaran, seperti pengembangan Goa Lowo, Pantai Simbaronce, hutan kota, alun-alun, jogging track, hingga jalur pedestrian. Fasilitas tersebut dirancang agar menjadi ruang publik yang nyaman dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

“Ini perlu kami sosialisasikan, karena bahkan teman-teman anggota dewan pun kadang bertanya, kota atraktif itu seperti apa. Kota atraktif itu ya kota yang menarik. Trenggalek harus punya daya tarik,” katanya.

Doding menambahkan, wajah kota yang lebih tertata diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan warga sekaligus mendongkrak kunjungan dari luar daerah, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

“Harapan kita, Trenggalek bisa mendatangkan masyarakat dari luar. Warga Trenggalek sendiri bangga, orang luar juga tertarik datang. Tanpa itu, peningkatan ekonomi di Kabupaten Trenggalek akan sulit,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pola perencanaan partisipatif. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya bersifat top down, tetapi harus menghimpun aspirasi dari tingkat kecamatan hingga kelompok masyarakat rentan.

“Harus bottom up juga, tidak bisa hanya top down keinginan bupati semata. Kita menjaring aspirasi dari kecamatan-kecamatan, termasuk hari ini dari teman-teman perempuan, anak dan rekan disabilitas,” pungkas Doding. (adv)

 

 

Reporter: Herlambang
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.