BLACKOUT yang melumpuhkan sebagian Sumatera sejak 22 Mei 2026 berubah menjadi perkara maut. Empat orang dilaporkan tewas diduga akibat asap genset. Bareskrim Polri pun turun tangan menyelidiki putusnya jalur SUTET 275 kV di Muara Jambi yang disebut memicu gangguan berantai sistem kelistrikan Sumatera. Kementerian ESDM juga melakukan langkah serupa. Sebelumnya, PLN menyatakan cuaca buruk menjadi penyebab utama gangguan transmisi. Di tengah pemulihan listrik yang belum sepenuhnya tuntas-- hingga Minggu (24/5/2026) Jambi masih padam sebagian, meski Sumatera Barat diklaim pulih 100 persen--gelombang kritik terhadap PT PLN (Persero) menguat. Ada desakan agar Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi total terhadap jajaran direksi PLN atas peristiwa tersebut. PLN juga dinilai wajib memberikan kompensasi kepada masyarakar yang mengalami kerugian materiil dan immateriil. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/25052026.pdf




.jpg)