26 May 2026

Get In Touch

Tabungan Pelajar Capai Rp 29,13 Triliun, Jumlah Rekening Naik

Ilutrasi: Kantor OJK Papua Dan Papua Barat (kilaspapua)
Ilutrasi: Kantor OJK Papua Dan Papua Barat (kilaspapua)

JAKARTA (Lentera) -Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat simpanan tabungan pelajar mencapai Rp 29,13 triliun pada kuartal I 2026.

Jumlah tersebut berasal dari 59,03 juta rekening pelajar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, capaian tabungan pelajar hingga kuartal I 2026 menunjukkan perkembangan positif dalam peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.

Capaian itu juga sejalan dengan program Satu Rekening Satu Pelajar atau Kejar yang telah mencapai 88,36 persen.

"Secara tren, jumlah rekening pelajar juga terus menunjukkan peningkatan, yakni tumbuh sebesar 1,25 persen secara tahunan atau year on year (yoy)," kata Dicky dalam jawaban tertulis dari OJK di Jakarta.

Menurut Dicky, kenaikan jumlah tabungan pelajar menunjukkan akses dan partisipasi pelajar dalam sistem keuangan formal semakin luas.

OJK mengakui nilai simpanan pelajar sempat bergerak fluktuatif dalam jangka pendek.

Namun, secara umum, nilai simpanan tersebut masih menunjukkan tren positif. Pergerakan itu juga sejalan dengan karakteristik tabungan pelajar yang dinamis.

Dicky tidak merinci kontribusi simpanan pelajar terhadap total dana pihak ketiga atau DPK perbankan.

Namun, ia menyebut kontribusinya masih relatif terbatas.

Meski demikian, tabungan pelajar dinilai memiliki nilai strategis untuk memperluas basis nasabah perbankan pada masa depan.

Tabungan tersebut juga menjadi sarana membangun budaya menabung sejak dini.

"OJK optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026, didukung oleh penguatan Program Kejar, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan," kata dia, dikutip Kompas, Senin (25/5/2026).

Dicky mengatakan, program Kejar diharapkan membuat kebiasaan menabung semakin tertanam di kalangan pelajar sejak usia dini.

OJK ke depan akan memperkuat perluasan akses rekening pelajar.

Fokus lain mencakup peningkatan pemanfaatan rekening agar lebih aktif serta penguatan edukasi keuangan bagi pelajar.

Langkah tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, baik dari sisi jumlah rekening maupun nominal simpanan.

Program Kejar merupakan inisiatif OJK yang diluncurkan pada 2020.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Indonesia Menabung untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Program ini bertujuan agar setiap pelajar di Indonesia memiliki rekening tabungan.

Rekening tersebut dapat digunakan untuk menabung dan belajar mengelola keuangan sejak dini (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.