26 May 2026

Get In Touch

Kembalinya Tren "Ciput Nenek"

Kembalinya Tren

SURABAYA ( LENTERA ) - Fenomena penggunaan ciput renda bergaya klasik atau yang akrab disebut “ciput nenek” tengah ramai dibicarakan di kalangan anak muda, khususnya Gen Z berhijab. Aksesori yang dulu identik dengan gaya lawas kini justru kembali naik daun dan dipakai sebagai elemen penunjang penampilan yang unik sekaligus estetik.

Model ciput berbahan lace dengan detail renda di bagian depan sebelumnya kerap dianggap kuno dan kurang modis. Namun, tren fashion yang terus berputar membuat item ini kembali dilirik dengan sentuhan styling yang lebih modern. Kini, ciput tidak lagi hanya berfungsi sebagai inner hijab, tetapi juga tampil sebagai bagian penting dari keseluruhan outfit.

Tren tersebut muncul seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap gaya vintage dan klasik yang dipadukan dengan nuansa kekinian. Banyak fashion enthusiast mulai menampilkan ciput renda sebagai statement fashion yang memberi kesan feminin, edgy, hingga chic dalam satu tampilan.

Tidak hanya populer di Indonesia, headscarf berbahan lace juga mulai banyak digunakan di luar negeri. Aksesori ini dikenakan baik oleh hijabers maupun pencinta fashion nonhijab sebagai pelengkap gaya yang lebih artistik dan berbeda dari biasanya.

Di kalangan Gen Z, tren ini dianggap menarik karena menghadirkan unsur nostalgia. Banyak yang merasa model ciput tersebut mengingatkan pada gaya para ibu atau nenek di masa lalu, tetapi kini diolah kembali dengan konsep yang lebih fresh dan modern. Selain itu, karakter Gen Z yang menyukai hal antimainstream membuat tren fashion bernuansa retro seperti ini cepat mendapat perhatian.

Popularitas ciput renda juga semakin meningkat berkat pengaruh media sosial dan para content creator fashion yang mulai memadukannya dengan outfit harian. Gaya layering hijab dengan detail renda yang sengaja diperlihatkan membuat tampilan terlihat lebih stylish tanpa kesan berlebihan.

Sebagai fashion statement, ciput renda dinilai cukup fleksibel dipadukan dengan berbagai gaya busana. Warna-warna netral seperti putih, krem, hitam, atau pastel menjadi favorit karena mudah menyatu dengan outfit minimalis maupun vintage look. Detail renda pada bagian depan juga memberi aksen manis yang membuat tampilan lebih standout.

Tidak hanya untuk hijabers, lace headscarf kini juga digunakan sebagai aksesori rambut oleh pencinta fashion nonhijab. Penggunaannya dapat dipadukan dengan gaya kasual, feminine look, hingga estetika retro yang sedang populer di media sosial.

Kembalinya tren ciput renda menunjukkan bahwa item fashion lama tidak selalu kehilangan daya tarik. Dengan kreativitas styling dan sentuhan modern, aksesori sederhana yang dulu dianggap jadul kini justru berubah menjadi simbol gaya unik dan ekspresif di kalangan generasi muda.(Ist/dya)
__

Kenali Berbagai Jenis Inner Hijab

Ciput atau inner menjadi salah satu pelengkap penting dalam penggunaan hijab karena membantu menjaga tampilan kerudung tetap rapi dan nyaman dipakai sepanjang hari. Meski terlihat sederhana, pemilihan ciput yang tepat ternyata cukup berpengaruh terhadap kenyamanan saat beraktivitas.

Saat ini, model ciput hadir dalam beragam desain dan bahan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Selain menunjang kenyamanan, ciput juga mulai berkembang menjadi bagian dari gaya fashion hijab modern.

Ciput model Turki
Ciput model Turki cukup populer karena dilengkapi tali pengikat yang dapat diatur sesuai ukuran kepala. Desain ini membantu ciput tetap stabil saat digunakan tanpa terasa terlalu ketat.
Bagian penutupnya yang lebar juga memberi kenyamanan lebih, sementara detail renda atau brukat membuat tampilannya terlihat lebih menarik. Material yang digunakan umumnya cukup kokoh sehingga bentuk ciput tidak mudah berubah meski dipakai dalam waktu lama.

Ciput telinga
Model ciput telinga dirancang untuk memberikan kenyamanan ekstra, terutama bagi pengguna kacamata atau earphone. Pada bagian samping terdapat area khusus di sekitar telinga sehingga tidak terasa pengap saat digunakan.
Selain itu, beberapa model dilengkapi fitur anti-slip agar ciput tidak mudah bergeser. Bahannya cenderung ringan, lembut, dan adem sehingga cocok dipakai untuk aktivitas harian.

Ciput bandana dengan karet belakang
Jenis ciput ini menggunakan tambahan karet elastis di bagian belakang sehingga lebih fleksibel mengikuti bentuk kepala. Material yang lembut membuatnya nyaman digunakan tanpa menimbulkan rasa sakit di area telinga atau kepala.
Tekstur kain yang tidak licin juga membantu hijab tetap rapi dan tidak mudah bergeser selama dipakai.

Ciput dagu
Ciput dagu memiliki desain yang menutupi area dagu hingga leher belakang. Model ini banyak dipilih karena membantu hijab terlihat lebih tertata dan memberi perlindungan tambahan pada bagian leher.
Biasanya ciput jenis ini dibuat dari bahan elastis agar mudah menyesuaikan bentuk wajah dan kepala. Pilihan warna serta modelnya juga cukup beragam sehingga mudah dipadukan dengan berbagai gaya hijab.

Ciput tali belakang
Ciput dengan tali belakang menjadi favorit banyak pengguna hijab karena ukurannya dapat disesuaikan sendiri. Model ini dirancang agar tetap nyaman dipakai seharian tanpa terasa sempit atau membuat pusing.
Material premium yang digunakan umumnya lebih awet dan tidak mudah melar. Selain itu, desainnya yang sederhana membuat ciput jenis ini mudah dipadukan dengan berbagai model kerudung.

Kini, ciput tidak hanya berfungsi sebagai inner hijab, tetapi juga menjadi bagian dari penunjang penampilan. Dengan banyaknya pilihan model dan desain, pengguna hijab dapat menyesuaikan ciput sesuai kebutuhan sekaligus gaya fashion yang diinginkan.(ist/dya)
 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.