SURABAYA ( LENTERA ) - Perempuan asal Spanyol bernama María Branyas Morera menjadi perhatian dunia setelah mampu hidup hingga usia 117 tahun. Sosok yang pernah dinobatkan sebagai salah satu manusia tertua di dunia itu diketahui menjalani pola hidup sederhana, termasuk rutin mengonsumsi tiga porsi yogurt setiap hari.
Rahasia umur panjang María kemudian diteliti dalam studi yang diterbitkan di jurnal Cell Reports Medicine. Penelitian tersebut menganalisis DNA, protein, ekspresi gen, hingga mikrobioma usus María sebelum meninggal dunia pada 2024 dalam usia 117 tahun 168 hari. Para peneliti lalu membandingkan hasilnya dengan data kelompok usia yang lebih muda.
Ketua tim peneliti sekaligus ahli genetika dari University of Barcelona, Manel Esteller, mengatakan bahwa timnya ingin mempelajari kasus María agar dapat memberi manfaat bagi orang lain. Ia juga menyebut María “seolah memenangkan lotre genetika” karena memiliki banyak gen pelindung yang berkaitan dengan umur panjang.
Penelitian itu menemukan María memiliki metabolisme tubuh yang sehat, kadar trigliserida rendah, kolesterol HDL atau kolesterol baik yang tinggi, serta minim peradangan kronis. Namun, temuan paling menarik berasal dari kondisi mikrobioma ususnya.
Di usia sangat lanjut, keberagaman bakteri baik dalam usus María tetap tinggi. Peneliti menemukan bakteri Bifidobacterium dalam jumlah besar di saluran pencernaannya. Bakteri tersebut diketahui mendukung kesehatan usus, memperkuat sistem imun, dan membantu proses penuaan sehat.
Kondisi mikrobioma María bahkan disebut menyerupai orang yang jauh lebih muda. Salah satu kebiasaan makan yang disorot peneliti adalah rutinitasnya mengonsumsi tiga yogurt berkultur hidup setiap hari. Yogurt tersebut diyakini membantu mempertahankan keberagaman bakteri baik di usus.
Ahli gizi sekaligus pakar kesehatan usus Renee Korczak menjelaskan bahwa sekitar 70% hingga 80% sistem kekebalan tubuh manusia berada di usus. Menurutnya, “mikrobioma usus bekerja seperti sistem pengatur yang membantu mengendalikan sinyal peradangan dan sistem kekebalan tubuh.”
Sementara itu, pakar kesehatan dan umur panjang Mark Kovacs mengatakan mikrobioma usus membantu tubuh mengontrol peradangan, menjaga lapisan usus tetap kuat, serta menghasilkan senyawa bermanfaat dari makanan. Ia menambahkan, “mikrobioma yang sehat sering dikaitkan dengan tingkat peradangan kronis yang lebih rendah dan fungsi imun yang lebih kuat, keduanya merupakan kunci penuaan sehat.”
Sejumlah penelitian lain yang dimuat media internasional juga menyoroti manfaat yogurt bagi kesehatan. Konsumsi yogurt berkultur hidup disebut dapat membantu meningkatkan populasi bakteri baik di usus, menjaga kesehatan metabolisme, memperkuat daya tahan tubuh, hingga membantu menekan peradangan kronis yang berkaitan dengan proses penuaan.
Selain yogurt, María juga diketahui menjalani pola makan ala Mediterania yang kaya buah, sayuran, minyak zaitun, ikan, dan biji-bijian utuh. Ia rutin berjalan kaki, cukup tidur, tidak merokok, menghindari alkohol, serta menjaga hubungan sosial yang baik.
Meski begitu, para peneliti menegaskan studi tersebut hanya melibatkan satu orang sehingga belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Namun, berbagai penelitian menunjukkan kesehatan usus memang berkaitan erat dengan kualitas hidup dan proses penuaan sehat.
Sejumlah studi observasional juga menemukan hubungan antara konsumsi yogurt dengan kesehatan jangka panjang. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Healthy Longevity misalnya menunjukkan pola makan kaya produk fermentasi, buah, sayur, dan biji-bijian berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah.
Media kesehatan seperti Healthline dan Medical News Today juga menyoroti bahwa konsumsi yogurt secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung, berat badan, serta metabolisme tubuh yang berkontribusi pada kualitas hidup lebih baik saat usia bertambah.
Selain itu, karena kandungan gizinya tersebut, yogurt kerap direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan sehat sehari-hari.
Menjaga Otot dan Tulang
Menurut Harvard School of Public Health, yogurt mengandung protein, fosfor, vitamin B, serta kalsium yang penting bagi tubuh. Protein membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh sekaligus memberi rasa kenyang lebih lama. Karena itu, yogurt sering dipilih sebagai camilan sehat yang mengenyangkan.
Sementara kandungan kalsium berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi. Kombinasi kalsium dan fosfor dalam yogurt juga membantu mempertahankan kepadatan tulang dalam jangka panjang.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan konsumsi produk fermentasi susu seperti yogurt berkaitan dengan penurunan risiko osteoporosis pada usia lanjut.
Baik untuk Kesehatan Pencernaan
Yogurt juga dikenal sebagai makanan yang ramah bagi sistem pencernaan, terutama jenis yang mengandung probiotik.
National Institutes of Health (NIH) menyebut probiotik sebagai mikroorganisme hidup yang dapat memberikan manfaat kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah cukup. Kandungan bakteri baik dalam yogurt membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang berperan penting dalam proses pencernaan.
Probiotik tersebut dapat membantu mencegah gangguan seperti konstipasi hingga diare akibat ketidakseimbangan bakteri di saluran cerna.
Selain itu, beberapa penelitian yang dimuat media kesehatan internasional menyebut konsumsi yogurt secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan metabolik dan membantu menjaga sistem imun tubuh.
Lebih Nyaman untuk yang Sensitif Laktosa
Bagi sebagian orang yang sensitif terhadap laktosa, yogurt sering kali lebih mudah dikonsumsi dibanding susu biasa. Proses fermentasi membantu memecah sebagian laktosa sehingga lebih mudah dicerna tubuh.
Meski demikian, efeknya bisa berbeda pada tiap orang, terutama bagi penderita intoleransi laktosa berat yang tetap perlu memilih alternatif makanan lain yang sesuai.
Tetap Perlu Memilih Yogurt yang Tepat
Meski memiliki banyak manfaat, tidak semua yogurt memiliki kandungan gizi yang sama. Sejumlah produk yogurt komersial mengandung gula tambahan cukup tinggi sehingga manfaat kesehatannya dapat berkurang bila dikonsumsi berlebihan.
Karena itu, yogurt tanpa tambahan gula atau Greek yogurt sering menjadi pilihan yang lebih sehat. Konsumsinya pun tetap perlu diimbangi dengan pola makan bergizi serta gaya hidup aktif agar manfaatnya optimal.(wid,ist/dya)





