27 May 2026

Get In Touch

Dispangtan: 3.651 Hewan Kurban di Kota Malang Sehat Berkat Mitigasi Ketat

Pemotongan hewan kurban yang telah dinyatakan sehat di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Rabu (27/5/2026). (Santi/Lentera)
Pemotongan hewan kurban yang telah dinyatakan sehat di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Rabu (27/5/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mengungkap sebanyak 3.651 hewan kurban yang beredar selama Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi sehat, karena mitigasi ketat yang dilakukan sejak awal mulai dari pengawasan lalu lintas ternak hingga penyaringan hewan yang terindikasi sakit atau cacat sebelum masuk ke wilayahnya.

"Dari hasil pemeriksaan yang didapatkan alhamdulillah semuanya dalam kondisi sehat. Seluruhnya sudah kami beri stiker sehat, sehingga harapannya para pembeli bisa aman untuk membeli hewan kurbannya," ujar Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, ditemui di RPH Kota Malang, Rabu (27/5/2026).

Dijelaskannya, pemeriksaan antemortem terhadap hewan kurban telah dilakukan sejak 22 hingga 26 Mei 2026. Dari hasil pendataan, tercatat ada 107 lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di wilayah Kota Malang. "Kalau tahun 2025 lalu ada 110 lapak," kata Anton.

Dari ratusan lapak tersebut, Dispangtan mencatat terdapat 227 ekor sapi, 3.296 ekor kambing, dan 128 ekor domba yang telah diperiksa kesehatannya. Secara keseluruhan, total hewan kurban yang masuk dalam pemeriksaan mencapai 3.651 ekor.

Anton mengungkapkan, tren pembelian hewan kurban tahun ini cenderung bergeser ke sapi. Hal itu terlihat dari kenaikan jumlah sapi yang cukup signifikan dibanding Iduladha tahun lalu.

"Kalau tahun kemarin dari 110 lapak, sapinya 145 ekor. Tahun ini meningkat hampir dua kali lipat. Sedangkan kambing justru turun. Mungkin sekarang ini trennya lebih banyak ke sapi," jelasnya.

Sementara itu, pada Iduladha tahun lalu jumlah kambing yang tercatat mencapai 4.341 ekor. Angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun ini yang berada di angka 3.296 ekor.

Dispangtan juga memastikan, tidak ditemukan hewan dengan kondisi cacat maupun terindikasi sakit selama pemeriksaan berlangsung. Menurut Anton, kondisi tersebut tidak lepas dari meningkatnya kesadaran para peternak dan pedagang hewan kurban setelah pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya.

"Mungkin karena tahun kemarin pengalaman ada yang beberapa sakit, lalu kami minta diafkirkan. Sekarang penjual atau peternak lebih sadar. Kalau ada yang sakit biasanya sudah tidak dijual lagi," ungkapnya.

Ia menambahkan, hewan yang diketahui mengalami gangguan kesehatan sejak awal biasanya langsung dipulangkan ke daerah asal sebelum masuk ke Kota Malang.

Lebih lanjut, Dispangtan juga mulai memperkuat pengawasan lalu lintas hewan kurban melalui sistem digital milik Kementerian Pertanian. Menurut Anton, mekanisme tersebut menjadi langkah mitigasi untuk memastikan hewan yang masuk ke Kota Malang benar-benar sehat dan telah memenuhi syarat administrasi.

"Jadi penjual dari luar daerah bisa langsung mengajukan izin ke kami untuk hewan yang akan masuk ke Kota Malang," terang Anton.

Dalam proses tersebut, hewan yang akan dikirim wajib telah divaksin dan dipastikan sehat sebelum memperoleh rekomendasi masuk. Selain itu, daerah asal juga diwajibkan menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Adapun hewan kurban yang masuk ke Kota Malang tahun ini paling banyak berasal dari Madura dan Kabupaten Malang. Kedua daerah tersebut masih menjadi pemasok utama kebutuhan hewan kurban masyarakat Kota Malang menjelang Iduladha.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.