SURABAYA (Lentera) -Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa mengatakan, ketahanan ekologi harus menjadi salah satu prioritas utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya berbicara soal pertumbuhan, tetapi juga kemampuan daerah menghadapi berbagai risiko lingkungan di masa depan.
Diana mengatakan berbagai persoalan seperti banjir, kekeringan, hingga dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat menunjukkan pentingnya perhatian terhadap aspek lingkungan dalam setiap kebijakan pembangunan.
“Kami percaya bahwa persoalan ekologi memiliki dampak jangka panjang. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menata tata ruang wilayah dengan baik sehingga daerah memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai risiko di masa depan,” ungkapnya, Senin (08/06/2026).
Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan tersebut menjelaskan bahwa penataan ruang yang memperhatikan aspek lingkungan akan membantu mengurangi risiko bencana sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, persoalan banjir yang masih terjadi di sejumlah daerah menjadi salah satu contoh dampak ketidakseimbangan antara pembangunan dan daya dukung lingkungan.
Ia menilai keberadaan ruang terbuka hijau, kawasan resapan air, serta pengelolaan wilayah sesuai peruntukannya menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan daerah terhadap berbagai ancaman bencana.
“Ketahanan ekologi sangat penting. Misalnya dalam penanganan persoalan banjir, kita tidak bisa hanya fokus pada penanganan ketika bencana sudah terjadi, tetapi harus memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui tata ruang dan pengelolaan lingkungan yang baik,” katanya.
Diana juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam menangani dampak pascabencana. Namun, ia menekankan bahwa pendekatan kebijakan ke depan perlu lebih diarahkan pada mitigasi dan pencegahan agar kerugian akibat bencana dapat ditekan sejak awal.
Menurutnya, pembangunan daerah harus lebih menitikberatkan pada pengurangan risiko bencana melalui kebijakan yang terintegrasi antara sektor lingkungan, infrastruktur, dan tata ruang.
Diana menyoroti kondisi fiskal yang saat ini menghadapi berbagai tantangan. Dalam situasi tersebut, pemerintah daerah dituntut lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Ia menilai penguatan ketahanan ekologi layak ditempatkan sebagai prioritas karena investasi pada sektor lingkungan akan menghasilkan manfaat yang lebih besar dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk penanganan dampak bencana.
“Kondisi fiskal saat ini tidak sedang baik-baik saja. Karena itu setiap anggaran yang tersedia harus digunakan untuk program-program prioritas yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” pungkasnya.
Menurut Diana, pembangunan yang berorientasi pada ketahanan ekologi tidak hanya mampu mengurangi risiko bencana, tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor pertanian, menjaga ketersediaan sumber daya air, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH





