JAKARTA (Lentera) - Pesan berantai yang menawarkan pengobatan kanker gratis kembali beredar luas di media sosial Facebook hingga grup WhatsApp. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak mengirimkan data pribadi. Karena informasi tersebut dipastikan merupakan hoaks lama yang kembali dimunculkan.
"Informasi mengenai penderita kanker yang dapat memperoleh pengobatan gratis dengan cara mendaftarkan diri melalui alamat email Fani.ferdiani@yahoo.com tidak benar," bunyi pernyataan resmi dari laman Kementerian Komdigi, Minggu (14/6/2026).
Dalam unggahan disebutkan, pengobatan gratis didanai oleh Yayasan Miracle of Hope dan masyarakat hanya diminta mengirimkan identitas, alamat, jenis kanker, hingga surat keterangan tidak mampu melalui email tersebut.
Namun, berdasarkan hasil penelusuran Komdigi, informasi serupa telah beredar sejak tahun 2013 dan berulang kali muncul kembali di berbagai platform media sosial maupun aplikasi percakapan.
Komdigi menjelaskan, alamat email yang tercantum dalam pesan tersebut bukan merupakan saluran resmi untuk program bantuan pengobatan kanker.
Dalam klarifikasi juga disebutkan, nama yang tercantum pada alamat email tersebut diketahui merupakan seorang perempuan berusia 33 tahun yang bekerja sebagai marketer.
Sementara itu, Yayasan Miracle of Hope yang turut disebut dalam pesan memang merupakan organisasi yang bergerak di bidang kesehatan. Namun, fokus utamanya adalah memberikan edukasi mengenai diabetes serta membekali masyarakat dengan informasi dan keterampilan untuk menjalani pola hidup sehat.
Pesan hoaks yang kembali beredar itu berisi klaim RSPAD Gatot Subroto Jakarta telah memiliki teknologi CELL CURE hibah dari Pemerintah Jerman yang diklaim mampu menyembuhkan kanker stadium empat tanpa operasi maupun kemoterapi.
Editor: Santi




