29 June 2026

Get In Touch

Solar Hilang Saat Impor Dilarang, (Koran Jumat, 26 Juni 2026)

IRONI besar sedang membayangi ketahanan energi nasional. Di saat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan Indonesia bakal menghentikan impor solar tahun ini demi menyambut mandatori Biodiesel 50 persen (B50) per Juli 2026, realitas di lapangan justru menunjukkan pemandangan yang kontradiktif.

Di sejumlah daerah, mulai dari Surabaya Raya, Malang, Mojokerto, hingga jalur logistik Jawa Timur, antrean kendaraan mengular hingga berkilo-kilometer di luar SPBU. Ratusan sopir truk ekspedisi dan bus antarkota dilaporkan terpaksa menginap hingga seharian penuh demi berburu solar subsidi akibat stok yang seret dan pemangkasan kuota harian oleh Pertamina. Kelangkaan ini terjadi di tengah tingginya ketergantungan mobilitas nasional. Disebut total kebutuhan solar domestik saat ini menembus angka kirasan 39 juta kiloliter per tahun. Terkait harga, Solar subsidi (Biosolar) dibanderol Rp 6.800 per lite. Jauh lebih murah dibandingkan Solar non-subsidi, seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang berkisar antara Rp 23.000 hingga Rp 24.800 per liter. Siasat menyetop kran impor pun dinilai terlalu prematur dan kini justru menjebak urat nadi logistik dalam kelumpuhan.Di atas kertas, Indonesia merayakan swasembada energi lewat penyetopan impor solar dan peluncuran B50. Di jalanan, urat nadi logistik justru lumpuh akibat pasokan yang mendadak seret. Ada apa? BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/26062026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera Today.
Lentera Today.