Rektor Cup 2026, Untag Surabaya Padukan Olahraga, Literasi, dan Kreativitas untuk Generasi Emas
SURABAYA (Lentera) - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menggelar Rektor Cup 2026 sebagai wadah pembinaan karakter, kreativitas, dan prestasi bagi pelajar. Berlangsung pada masa libur sekolah, kompetisi ini dirancang agar generasi muda tetap aktif mengikuti kegiatan positif sekaligus mengasah kemampuan di berbagai bidang.
Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, J. Subekti, mengatakan, penyelenggaraan Rektor Cup bukan sekadar mencari pemenang, tetapi lebih jauh menjadi sarana membangun karakter dan mental juara generasi muda.
"Yang paling kami utamakan dalam seluruh rangkaian perlombaan adalah pembentukan karakter, kebersamaan dalam tim, dan semangat juang setiap peserta. Pendidikan mental dan karakter menjadi fondasi utama sebelum aspek fisik maupun intelektual," ujar Subekti dikutip Senin (29/6/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi pada masa libur sekolah merupakan upaya agar para pelajar tetap memiliki aktivitas yang produktif.
"Kami ingin selama liburan anak-anak tetap berada dalam posisi memiliki mental juara. Mental seperti inilah yang dibutuhkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya.
Subekti menambahkan, Rektor Cup tidak berorientasi pada keuntungan komersial. Sebagai institusi pendidikan, Untag Surabaya lebih mengedepankan pembinaan generasi muda dibandingkan aspek bisnis.
Sementara itu, Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., menjelaskan Rektor Cup 2026 mempertandingkan empat cabang lomba yang dipilih sesuai nilai-nilai yang ingin ditanamkan kepada peserta.
Empat kompetisi tersebut meliputi lomba resensi buku Bung Karno, lomba konten kreator bertema lingkungan hidup, turnamen bulu tangkis, dan lomba baris-berbaris (PBB).
"Lomba resensi buku Bung Karno dipilih karena pelaksanaannya bertepatan dengan Bulan Bung Karno. Sementara lomba konten kreator mengangkat tema lingkungan hidup sebagai bentuk komitmen Untag Surabaya terhadap isu keberlanjutan," jelasnya.
Selain itu, cabang olahraga dan PBB dipandang sebagai media efektif membentuk kedisiplinan, sportivitas, kesehatan fisik, serta kerja sama antarpeserta.
Harjo menambahkan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Untag Surabaya dalam memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi emas Indonesia melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Ia berharap Rektor Cup dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan cakupan cabang lomba yang semakin luas. Hal itu didukung oleh berbagai fasilitas olahraga yang dimiliki kampus, mulai dari lapangan futsal, bola voli, bulu tangkis, bela diri, hingga lapangan basket.
"Melalui pembinaan yang teratur dan kompetisi yang berkelanjutan, kami berharap akan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional," harapnya.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian dalam Rektor Cup 2026 adalah tim Dewi Srintil dari Bintang 5 Club Baris. Tim tersebut berhasil memborong sejumlah penghargaan, yakni Juara Utama I, Juara Umum, Best PBB, Best Variasi III, dan Best Pelatih.
Pendamping tim, Rozi, mengungkapkan keberhasilan tersebut merupakan hasil konsistensi latihan serta kekompakan tim yang telah terbentuk sejak para anggota masih duduk di bangku kelas VII SMP.
Menurutnya, salah satu keunikan tim Dewi Srintil adalah seluruh anggotanya merupakan perempuan, namun mampu bersaing dan mengungguli tim putra.
"Kami tim perempuan, tetapi semangatnya seperti tim putra. Bahkan pada perlombaan ini kami mampu mengalahkan tim putra. Yang lebih membanggakan lagi, kami berasal dari jenjang SMP, sementara pesaing utama berasal dari SMK," katanya.
Meski hanya menjalani latihan intensif selama sekitar satu pekan menjelang perlombaan, kekompakan dan pengalaman yang telah dibangun selama bertahun-tahun menjadi modal utama mereka meraih prestasi.
Melalui Rektor Cup 2026, Untag Surabaya menunjukkan kompetisi bukan hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga sarana membentuk karakter, meningkatkan kreativitas, menanamkan nilai sportivitas, serta melahirkan generasi muda yang sehat, tangguh, dan siap berkontribusi bagi Indonesia di masa depan.
Reporter: Amanah/Editor: Santi




.jpg)