04 July 2026

Get In Touch

Anomali Beras di Indonesia, Harga Melonjak Parah Kala Stok Melimpah (Koran Kamis, 2 Juli 2026)

KONDISI pangan terutama komoditas beras di Indonesia terus menunjukkan anomali. Selama enam bulan berturut-turut, harga makanan pokok ini terus menanjak. Padahal pemerintah mengklaim stok nasional aman. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras Juni 2026 naik 0,45 persen secara bulanan dan 3,98 persen secara tahunan. Rata-rata harga beras eceran pun menembus Rp15.440 per kilogram. Padahal, produksi beras Januari–Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 25,28 juta ton. Naik tipis 0,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kesenjangan antara pasokan dan harga membuka kembali persoalan lama soal tata niaga yang tidak efisien dan rantai distribusi yang belum terkendali. Lebih ironis, di saat konsumen membayar lebih mahal, petani justru belum menikmati lonjakan harga tersebut. Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juni 2026 malah turun 0,06 persen menjadi 127,65. Disebut, pemicunya adalah kenaikan harga yang diterima petani sebesar 0,49 persen masih kalah dibanding biaya yang mereka bayar yang naik 0,55 persen. Normalkah saat beras melimpah di angka produksi, tetapi mahal saat rakyat mau mengonsumsi? BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/02072026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera Today.
Lentera Today.