03 July 2026

Get In Touch

Ekspor Jawa Timur Menurun 2,92 Persen pada Januari-Mei 2026

Ilustirasi pengiriman kooditas ekpsor. (BPS)
Ilustirasi pengiriman kooditas ekpsor. (BPS)

SURABAYA (Lentera) - Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur nilai ekspor Jawa Timur pada Januari-Mei 2026 senilai US$10,91 miliar atau turun 2,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. 

Berdasarkan publikasi BPS Jatim pada Rabu (1/7/2026), juga menyebutkan nilai impor Jawa Timur Januari-Mei 2026 mencapai US$13,70 miliar atau naik 14,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Neraca perdagangan Jawa Timur selama bulan Januari-Mei 2026 mengalami defisit yaitu mencapai US$2,80 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati, melansir antara, mengatakan bahwa penurunan terjadi dipicu oleh melemahnya ekspor nonmigas sebesar 2,28 persen, dari 11,00 miliar dolar AS menjadi 10,75 miliar dolar AS. 

Dia menandaskan bahwa selama kurun waktu tersebut, sepuluh golongan barang nonmigas terbesar berdasarkan kode HS dua digit berkontribusi 63,84 persen terhadap total ekspor nonmigas Jawa Timur. Dari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh golongan barang tersebut turun 5,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

"Ini disebabkan sebagian komoditas ekspor utama Jawa Timur mengalami penurunan terutama komoditas perhiasan atau permata dengan peranan terbesar pertama," kata Herum.

Dia menjelaskan komoditas perhiasan atau permata (HS 71) turun 40,80 persen menjadi 1,26 miliar dolar AS. Sementara, komoditas ikan, krustasea, dan moluska (HS 03) juga turun 5,24 persen menjadi 479,27 juta dolar AS.

Disatu sisi ekspor migas juga turun lebih dalam, yakni 32,27 persen, dari 239,42 juta dolar AS menjadi 162,16 juta dolar AS. Penurunan ekspor migas dipengaruhi merosotnya ekspor minyak mentah sebesar 49,64 persen menjadi 109,28 juta dolar AS. Ekspor gas juga turun 13,16 persen menjadi 0,09 juta dolar AS.

Herus menyampaikan, di tengah penurunan total ekspor, komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) mencatat kenaikan terbesar, yakni 28,70 persen menjadi 1,13 miliar dolar AS. Ekspor sebagian besar komoditas tersebut dilakukan ke Tiongkok yang mencapai 487,53 juta dolar AS.

Takhanya itum komoditas tembaga (HS 74) juga meningkat 20,79 persen menjadi 1,18 miliar dolar AS, disusul bahan kimia organik (HS 29) yang naik 12,19 persen menjadi 492,04 juta dolar AS. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.