09 July 2026

Get In Touch

Dikebut Jelang MPLS, Sekolah Rakyat Madiun Masuki Tahap Akhir

Kawasan Sekolah Rakyat Madiun di Kelurahan Nglames telah mencapai progres pembangunan 90,061 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026. Foto: Istimewa.
Kawasan Sekolah Rakyat Madiun di Kelurahan Nglames telah mencapai progres pembangunan 90,061 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026. Foto: Istimewa.

MADIUN (Lentera) — Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Madiun memasuki tahap penyelesaian. Hingga awal Juli 2026, progres fisik proyek yang berdiri di Kelurahan Nglames, Kabupaten Madiun, telah mencapai 90,061 persen. 

Sejumlah fasilitas utama dipastikan siap digunakan untuk mendukung kegiatan awal tahun ajaran baru, termasuk agenda open house pada 14–15 Juli 2026 sebagai bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Manajer Proyek Sekolah Rakyat Madiun, Wahidi, mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan agar bangunan prioritas dapat difungsikan sebelum masa kontrak berakhir pada 15 Agustus 2026.

“Progres saat ini sudah 90,061 persen. Secara kontrak pekerjaan selesai 15 Agustus, tetapi kami melakukan percepatan sesuai arahan agar dapat mendukung pelaksanaan MPLS,” kata Wahidi, Selasa (8/7/2026).

Menurut Wahidi, pekerjaan yang masih berlangsung meliputi penyelesaian asrama putri jenjang SMP dan SMA, pemasangan sebagian penutup atap, pekerjaan arsitektural, serta pengecoran jalan yang tersisa sekitar 30 persen.

Seluruh pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada 31 Juli 2026. “Kami optimistis selesai akhir Juli,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas sudah siap digunakan, antara lain gedung serbaguna, ruang kelas SMA, dua gedung asrama putri SD, kantin, masjid, dan dapur.

Untuk mendukung MPLS, Dinas Sosial Kabupaten Madiun berencana menggelar open house selama dua hari. “Informasi dari Dinas Sosial, kemungkinan dilaksanakan pada 14 sampai 15 Juli,” kata Wahidi.

Menurut dia, kontraktor bertanggung jawab menyiapkan seluruh bangunan, sedangkan kebutuhan pendukung kegiatan seperti panggung dan kursi akan disediakan oleh Dinas Sosial.

Sekolah Rakyat Madiun dirancang menampung hingga 1.080 siswa, terdiri atas 540 siswa SD, 270 siswa SMP, dan 270 siswa SMA.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menilai progres pembangunan berjalan sesuai target. Dari sekitar 15 bangunan yang ada di kompleks Sekolah Rakyat, sebagian besar telah memasuki tahap akhir.

“Yang tersisa sekarang lebih banyak pekerjaan finishing, seperti penyelesaian penutup atap dan perapian jalan. Hampir seluruh item pekerjaan sudah selesai dikerjakan,” ujarnya.

Boby mengatakan masa kontrak proyek memang berlangsung hingga Agustus 2026 sesuai informasi dari Balai Kementerian PUPR dan PT Brantas Abipraya selaku pelaksana. Namun, percepatan dilakukan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dioperasikan.

Pemerintah Kabupaten Madiun, kata dia, juga terus membantu penyelesaian proyek, mulai dari dukungan tenaga kerja hingga koordinasi untuk mengatasi kendala pasokan beton siap pakai (ready mix).

“Kami terus berkoordinasi terkait progres maupun kendala yang bisa dibantu pemerintah daerah. Persoalan tenaga kerja dan pasokan ready mix yang sempat muncul sudah dapat diatasi,” katanya.

Ia optimistis target penyelesaian pada akhir Juli dapat tercapai. “Berdasarkan komunikasi terakhir, akhir Juli progres diharapkan sudah mencapai 100 persen,” ujar Boby.

Sekolah Rakyat Madiun dibangun di atas lahan bekas tanah bengkok seluas 5,8 hektare di Kelurahan Nglames. Proyek yang dikerjakan PT Brantas Abipraya tersebut didanai APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak Rp911,48 miliar. Pembangunan dijadwalkan berlangsung selama 240 hari kalender dan dilanjutkan masa pemeliharaan selama 360 hari setelah proyek dinyatakan selesai. (*)

 

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo 
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.