PALANGKA RAYA (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya diminta untuk mengadopsi program bantuan persalinan bagi seluruh warga, yang melahirkan di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengatakan Pemkot sempat melakukan studi banding ke Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.
"Kami menilai program ini layak diterapkan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kota Palangka Raya," papar Arif, Jumat (10/7/2026).
Ia melanjutkan, program tersebut dapat menjadi solusi untuk meringankan beban masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan akses layanan persalinan yang aman namun dengan biaya yang terjangkau.
Menurut Arif, kebijakan tersebut juga akan mendorong masyarakat untuk lebih memilih melahirkan di fasilitas kesehatan resmi milik pemerintah, yang didukung oleh tenaga medis dan sarana memadai.
"Program bantuan persalinan ini langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, karena itu patut mendapat perhatian serius Pemkot Palangka Raya untuk dipelajari dan diadopsi," ungkapnya.
Ia menambahkan, program bantuan persalinan tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan, akan tetapi juga berdampak pada upaya menekan angka risiko dalam persalinan.
Dengan semakin banyak ibu yang melahirkan di fasilitas kesehatan, maka pengawasan medis dapat dilakukan secara intensif, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin.
Arif berharap Pemkot Palangka Raya melalui dinas terkait dapat segera melakukan kajian terhadap skema program tersebut, termasuk terkait kemampuan anggaran dan mekanisme pelaksanannya.
Jika dirancang dengan baik, program bantuan persalinan bisa menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Palangka Raya.
"Kami dari Komisi III DPRD Kota Palangka Raya siap mendukung langkah pemerintah dalam penerapan program tersebut, karena kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan layanan kesehatan, merupakan bagian dari prioritas pembangunan daerah," pungkasnya. (*)
Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)