PURWAKARTA (Lentera) – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPP ABPEDNAS) memberikan apresiasi pada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Purwakarta Periode 2019 s.d 2027. Sebab mereka telah mengabdi selama 8 tahun.
"Ini bukan waktu yang sebentar. Bapak/Ibu telah menjadi garda terdepan dalam mengawal aspirasi masyarakat, mengawasi jalannya pemerintahan desa, dan memastikan dana desa benar-benar sampai dan bermanfaat untuk rakyat. Pengabdian itu adalah catatan sejarah dan ibadah. Nama Bapak/Ibu akan selalu dikenang sebagai pejuang desa," ujar Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir.Indra Utama M.Pwk. IPU dalam acara Perpisahan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Purwakarta Periode 2019 s.d 2027 oleh Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPC ABPEDNAS) Purwakarta.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada DPC ABPEDNAS Purwakarta, Ibu Kajari, dan seluruh pihak yang menginisiasi kegiatan tersebut. "Ini bukan sekadar acara perpisahan. Ini adalah bentuk penghargaan negara dan organisasi kepada para purna bhakti. Ini bukti bahwa kerja keras Bapak/Ibu dihargai," tegasnya melansir keterangan yang diterima Rabu (15/7/2026).
Ia menandaskan bahwa DPP ABPEDNAS berharap para anggota BPD purna tetap berkontribusi untuk desa. "Perpisahan bukan berarti selesai berkarya. Pengalaman 8 tahun itu aset desa. Teruslah memberikan masukan, bimbingan, dan pengawasan. Jadilah 'Dewan Penasehat Desa' di wilayah masing-masing," pesannya.
Sedangkan kepada BPD yang baru, ia berpesan untuk meneladani semangat, integritas, dan dedikasi para senior.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP ABPEDNAS juga memaparkan komitmennya dalam pemberdayaan desa dan peningkatan kesejahteraan BPD melalui berbagai program unggulan, yaitu: Jaga Dapur MBG, Jaga Indonesia Pintar, Jaga Air, dan Jaga Pangan.
Program Jaga Pangan berupa kandang ayam petelur dan budidaya bioflok yang dikelola anggota BPD telah berjalan di Jawa Barat. "Di Kabupaten Bogor sudah beroperasi 8 titik kandang ayam yang dikelola anggota BPD. Minggu lalu saya kunjungan ke 3 desa di Kecamatan Klapa Nunggal. Kami sebut 'Ayam Petelur Bahagia'. Alhamdulillah sudah 1 bulan berjalan dan rutin bertelur. Hasilnya untuk konsumsi keluarga dan dijual. Mudah-mudahan bisa menjadi tambahan pendapatan anggota BPD," jelasnya.
"Tujuannya jelas. Agar BPD tidak hanya mengawasi, tapi juga ikut sejahtera dan mensejahterakan. Agar desa tidak hanya maju administrasinya, tapi juga maju ekonominya," tambahnya.
Acara ini juga menjadi momentum silaturahmi setelah kunjungan Gubernur Jawa Barat KDM ke Kantor ABPEDNAS Centre pada Kamis (9/7/2026) lalu bersama Prof. Reda, Ketua Pengawas DPP ABPEDNAS.
Mengakhiri sambutannya, Ketua Umum DPP ABPEDNAS menitipkan pesan supaya menjaga kekompakan, marwah BPD, dan menjaga desa. "Untuk para purna, selamat memasuki masa pengabdian baru. Pengabdian menjaga desa, jaga Indonesia meski tanpa atribut, tapi dengan hati yang lebih luas. Hatur nuhun. Mugi-mugi pengabdian Bapak/Ibu menjadi amal jariyah," katanya.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Purwakarta, Bupati Purwakarta Bapak Saiful Bahri Binzein, Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Ibu Apsari Dewi, unsur TNI-Polri, serta Ketua Umum Srikandi Jaga Desa Ibu Ella Nurlaela, Waketum DPP ABPEDNAS Bapak Yudi Purnomo, Ketua DPD ABPEDNAS Jawa Barat Kang Firman, Ketua DPC ABPEDNAS Purwakarta Kang Robi, Ketua Umum Asosiasi MP Apdesi Kang Anwar Sadat, para Kepala Desa, Perangkat Desa, dan seluruh Anggota BPD se-Kabupaten Purwakarta. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)