31 July 2026

Get In Touch

Unusa Jalin Kerjasama dengan Kampus Informatika Jepang untuk Riset dan Pertukaran Akademik

MoU antara Unusa dan The Kyoto College of Graduate Studies for Informatics (KCGI) dan Kyoto Computer Gakuin (KCG).
MoU antara Unusa dan The Kyoto College of Graduate Studies for Informatics (KCGI) dan Kyoto Computer Gakuin (KCG).

SURABAYA (Lentera)– Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkuat langkah internasionalisasi perguruan tinggi dengan menjalin kemitraan strategis bersama dua institusi pendidikan informatika asal Jepang, yakni The Kyoto College of Graduate Studies for Informatics (KCGI) dan Kyoto Computer Gakuin (KCG).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) secara virtual pada Jumat (31/7/2026). Kemitraan ini diarahkan untuk memperluas kolaborasi di bidang riset, pendidikan, pertukaran akademik, kebudayaan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

MoU ditandatangani Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono bersama Presiden KCGI sekaligus Principal KCG, Dr. Yoichi Terashita.

Melalui kesepakatan tersebut, Unusa dan KCGI membuka peluang kerja sama dalam penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan konferensi serta seminar, publikasi ilmiah, hingga pengembangan berbagai program akademik berorientasi internasional.

Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono mengatakan kolaborasi lintas negara menjadi kebutuhan penting bagi perguruan tinggi di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat.

Menurutnya, berbagai persoalan global membutuhkan pendekatan kolaboratif dan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi maupun satu negara secara sendiri-sendiri.

"Meski dipisahkan oleh ribuan kilometer dan samudra, teknologi telah mempertemukan visi kita. Hari ini kita membuktikan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk membangun kolaborasi yang bermakna," ujarnya.

Is menuturkan, salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah pengembangan riset bersama. Unusa berharap pengalaman KCGI dalam bidang informatika dan infrastruktur penelitian yang dimiliki dapat dipadukan dengan pengalaman Unusa dalam pengembangan masyarakat.

Kolaborasi itu nantinya diarahkan pada penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, pertukaran data ilmiah, serta pengembangan inovasi yang dapat menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

Di bidang pendidikan, kedua institusi juga akan menjajaki program pertukaran mahasiswa dan dosen, baik melalui skema virtual maupun mobilitas langsung. 

Kerja sama akan dikembangkan melalui kuliah tamu internasional, webinar bersama, hingga pengembangan kurikulum yang memiliki perspektif global.

Tri Yogi menilai berbagai program tersebut dapat memberikan pengalaman akademik dan budaya yang lebih luas bagi sivitas akademika kedua perguruan tinggi.

"Program-program ini diharapkan dapat membentuk lulusan yang memiliki kompetensi global, kemampuan beradaptasi lintas budaya, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja internasional," ungkapnya.

Ia berharap penandatanganan MoU tersebut tidak berhenti pada seremoni kerja sama, tetapi dapat dilanjutkan dengan berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

"Mari kita jadikan penandatanganan MoU ini sebagai simbol terbangunnya jembatan persahabatan, kolaborasi akademik, dan inovasi yang akan memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat luas," tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.