SURABAYA ( LENTERA ) - Sudah rutin memakai skincare, rajin mencuci wajah, bahkan mencoba berbagai produk untuk mengatasi jerawat, tetapi kulit masih saja breakout? Penyebabnya belum tentu terletak pada produk yang digunakan. Dalam banyak kasus, kebiasaan sehari-hari justru menjadi faktor yang kerap luput dari perhatian.
Dermatolog menyebut jerawat merupakan kondisi yang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari hormon, genetika, produksi minyak berlebih, hingga peradangan. Namun, sejumlah kebiasaan sehari-hari juga dapat memperburuk kondisi kulit karena meningkatkan iritasi, menyumbat pori-pori, atau memperbanyak paparan bakteri.
Laporan dari American Academy of Dermatology (AAD) menyebutkan bahwa perawatan kulit yang terlalu agresif maupun kebiasaan menyentuh wajah dengan benda yang tidak bersih dapat memperparah jerawat. Karena itu, memperbaiki rutinitas harian sering kali menjadi langkah awal yang sama pentingnya dengan penggunaan obat atau skincare.
Terlalu Semangat Menggosok Wajah
Banyak orang mengira wajah harus digosok kuat agar terasa benar-benar bersih. Padahal, anggapan itu justru keliru.
Menggosok wajah terlalu keras dapat merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier), memicu iritasi, meningkatkan peradangan, hingga memperparah jerawat yang sudah ada.
Alih-alih menggunakan scrub kasar setiap hari, ahli kulit menyarankan membersihkan wajah menggunakan pembersih yang lembut dengan gerakan memijat menggunakan ujung jari selama sekitar satu menit, kemudian membilasnya dengan air hangat.
Eksfoliasi pun sebaiknya dilakukan secukupnya sesuai kondisi kulit, bukan setiap hari.
Jarang Mengganti Sarung Bantal
Sarung bantal menjadi tempat berkumpulnya minyak wajah, keringat, debu, sel kulit mati, hingga sisa produk rambut.
Saat tidur selama berjam-jam, seluruh kotoran tersebut terus bersentuhan dengan kulit wajah. Akibatnya, pori-pori lebih mudah tersumbat sehingga risiko munculnya jerawat meningkat.
Dermatolog umumnya menyarankan mengganti sarung bantal setidaknya satu hingga dua kali dalam seminggu, terutama bagi pemilik kulit berminyak atau mudah berjerawat.
Brush Makeup Tak Pernah Dicuci
Brush, sponge, maupun beauty blender menyimpan sisa foundation, minyak, bakteri, dan sel kulit mati setelah digunakan.
Jika terus dipakai tanpa dibersihkan, alat-alat tersebut akan memindahkan kembali kotoran ke permukaan kulit.
Membersihkan alat makeup secara rutin menggunakan sabun khusus atau sampo lembut dapat membantu mengurangi risiko penyumbatan pori sekaligus menjaga hasil riasan tetap maksimal.
Layar Ponsel Kotor
Ponsel menjadi benda yang hampir tak pernah lepas dari genggaman. Permukaannya berkali-kali disentuh tangan, diletakkan di berbagai tempat, bahkan tidak sedikit yang membawanya ke kamar mandi.
Ketika ponsel ditempelkan ke pipi saat menelepon, berbagai bakteri dan kotoran dapat berpindah ke kulit.
Membersihkan layar ponsel secara berkala menggunakan cairan berbasis alkohol yang aman untuk perangkat elektronik serta memanfaatkan earphone atau mode speaker dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan wajah.
Tidak Membilas hingga Bersih
Membersihkan wajah belum tentu efektif bila sisa sabun atau facial cleanser masih tertinggal.
Residu produk yang menempel dapat bercampur dengan minyak alami kulit dan berpotensi menyumbat pori-pori.
Karena itu, pastikan seluruh busa dan sisa pembersih benar-benar hilang sebelum mengeringkan wajah menggunakan handuk bersih.
Tidur Masih Memakai Makeup
Rasa lelah setelah beraktivitas sering membuat seseorang langsung tertidur tanpa membersihkan wajah.
Padahal, tidur dengan makeup masih menempel membuat campuran kosmetik, minyak, debu, dan polusi bertahan di permukaan kulit selama berjam-jam.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko pori-pori tersumbat, iritasi, hingga munculnya jerawat baru.
Dermatolog menekankan bahwa membersihkan makeup merupakan langkah dasar dalam menjaga kesehatan kulit, bahkan ketika tidak menggunakan rangkaian skincare yang panjang.
Stres yang Tak Pernah Dikelola
Hubungan antara stres dan jerawat telah lama menjadi perhatian para peneliti.
Saat seseorang mengalami stres, tubuh menghasilkan lebih banyak hormon kortisol. Hormon ini dapat merangsang produksi sebum atau minyak berlebih sekaligus meningkatkan proses peradangan, dua kondisi yang berkaitan erat dengan munculnya jerawat.
Karena itu, menjaga kesehatan mental menjadi bagian penting dari perawatan kulit. Tidur cukup, rutin berolahraga, meditasi, hingga menyediakan waktu untuk relaksasi dapat membantu mengendalikan stres sekaligus menjaga kondisi kulit.(far,ist/dya)




.jpg)