SURABAYA ( LENTERA ) - Dominasi K-Beauty di industri kecantikan global mulai mendapat penantang baru dari Asia Tenggara. Sejumlah merek kosmetik asal Filipina kini mencuri perhatian pasar internasional berkat produk yang diklaim tahan terhadap cuaca panas dan lembap, sekaligus menawarkan pilihan warna yang lebih beragam untuk berbagai warna kulit.
Popularitasnya tidak lagi hanya tumbuh di media sosial. Berbagai jenama kecantikan Filipina mulai masuk ke pasar internasional, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), seiring meningkatnya permintaan terhadap produk yang sesuai dengan iklim tropis dan kebutuhan konsumen multikultural.
Fenomena ini turut disoroti Vogue Arabia, yang menyebut produk kecantikan Filipina hadir dengan pendekatan berbeda dibanding tren glass skin ala Korea Selatan. Alih-alih mengejar tampilan kulit yang sangat berkilau, banyak merek Filipina mengembangkan formula yang mampu bertahan di suhu tinggi dan tingkat kelembapan ekstrem.
Keunggulan utama kosmetik Filipina justru berasal dari kondisi geografis negaranya.
Sebagai negara tropis dengan kelembapan udara tinggi sepanjang tahun, produk makeup dikembangkan agar tidak mudah luntur akibat keringat, lebih tahan minyak, dan tetap nyaman dipakai dalam aktivitas sehari-hari.
Karakter tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan konsumen di kawasan beriklim panas seperti Asia Tenggara maupun Timur Tengah.
Menurut sejumlah pengamat industri kecantikan, keberhasilan kosmetik Filipina didorong oleh beberapa faktor:
Formula yang dirancang untuk cuaca panas dan lembap.
Pilihan warna complexion yang lebih inklusif.
Produk multifungsi yang praktis digunakan.
Harga relatif lebih terjangkau dibanding banyak merek premium global.
Promosi yang kuat melalui TikTok dan media sosial.
Strategi tersebut membuat merek lokal Filipina mampu bersaing di pasar internasional tanpa harus mengandalkan citra mewah seperti banyak brand kosmetik global.
Tak hanya itu, industri kecantikan Filipina juga berkembang pesat. Nilai pasarnya diperkirakan mencapai US$1,9 miliar hingga US$4,7 miliar, bergantung pada metode perhitungan berbagai lembaga riset. Besarnya potensi pasar itu bahkan mendorong Vogue meluncurkan edisi khusus Filipina pada 2025, yang menjadi edisi pertama mereka di Asia Tenggara. Beberapa brand pun mulai digandrungi.
Sunnies Face
Nama ini menjadi salah satu pelopor kosmetik modern Filipina. Produk andalannya, Fluffmatte Lipstick, sempat terjual habis hanya dalam 10 menit saat pertama diluncurkan pada 2018.
Lipstik matte tersebut kemudian memenangkan penghargaan industri kecantikan di Amerika Serikat pada 2022 dan pernah digunakan sejumlah figur publik internasional, termasuk Rosie Huntington-Whiteley.
Issy & Co.
Didirikan pada 2019, Issy & Co. dikenal berkat pilihan warna foundation yang jauh lebih beragam dibanding rata-rata produk di pasaran.
Produk Active Foundation hadir dengan 27 pilihan warna sehingga dinilai lebih inklusif bagi berbagai warna kulit.
GRWM Cosmetics
Didirikan oleh kreator konten Mae Layug, GRWM Cosmetics populer lewat Radiance Tint, produk multifungsi yang menggabungkan concealer, corrector, dan brightener dalam satu kemasan.
Produk ini banyak dibahas di TikTok karena dianggap mampu menggantikan penggunaan concealer konvensional.
Happy Skin
Happy Skin mengandalkan kemasan yang menarik serta formula yang diproduksi di Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.
Salah satu produk yang banyak mendapat ulasan positif adalah eyeshadow yang diklaim memiliki daya tahan tinggi sepanjang hari.
Colourette
Produk andalannya, Colourtint, dapat digunakan untuk bibir, pipi, maupun kelopak mata.
Konsep produk multifungsi ini sejalan dengan tren makeup praktis yang semakin diminati konsumen muda.
Vice Cosmetics
Vice Cosmetics mengusung slogan "Ganda for All", yang menekankan bahwa kecantikan dapat dinikmati siapa saja tanpa memandang gender maupun warna kulit.
Foundation mereka dikenal memiliki hasil akhir yang mampu mengontrol minyak sekaligus memberi efek blur pada kulit.(far,ist/dya)




.jpg)