06 August 2026

Get In Touch

Komisi E DPRD Jatim Ingatkan RSUD Dr. Soetomo untuk Perkuat Kapasitas Layanan Bedah Saraf

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da'im
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da'im

SURABAYA (Lentera) – Komisi E DPRD Jawa Timur mengingatkan RSUD Dr. Soetomo untuk memperkuat kapasitas layanan bedah saraf menyusul masih panjangnya antrean operasi pasien tumor otak. Penguatan kapasitas dinilai penting agar pelayanan kesehatan mampu mengimbangi tingginya kebutuhan masyarakat.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da'im mengatakan, pihaknya menerima aduan masyarakat terkait seorang pasien tumor otak yang hingga kini masih menunggu jadwal operasi. Kondisi pasien dilaporkan terus memburuk, bahkan kemampuan penglihatannya mulai terganggu akibat belum mendapat tindakan bedah.

"Saya menerima langsung pengaduan dari masyarakat. Sebagai wakil rakyat, saya tidak bisa menutup mata ketika ada warga yang sedang berjuang melawan penyakit berat, tetapi harus menghadapi waktu tunggu yang sangat panjang. Ini bukan sekadar persoalan administrasi rumah sakit, melainkan menyangkut hak dasar masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan," ungkap Suli, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari RSUD Dr. Soetomo, pasien tersebut telah masuk daftar tunggu operasi bedah saraf sejak 2024. Saat itu pasien berada pada urutan ke-152 dari total 492 antrean. Kini posisinya berada di urutan ke-77 dari total 520 pasien yang masih menunggu tindakan operasi. Rumah sakit juga membuka kemungkinan penyisipan jadwal apabila terdapat pasien yang berhalangan hadir, serta meminta pasien tetap menjalani kontrol rutin untuk memantau kondisi klinis dan tingkat kegawatannya.

Suli mengapresiasi keterbukaan dan respons cepat jajaran RSUD Dr. Soetomo dalam menjelaskan kondisi tersebut. Namun, menurutnya, persoalan antrean panjang tidak boleh dipandang hanya sebagai keterbatasan teknis rumah sakit.

Sebagai mitra kerja RSUD Dr. Soetomo, Komisi E DPRD Jawa Timur menilai sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan bedah saraf di rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur tersebut. Menurut Suli, status RSUD Dr. Soetomo sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) semestinya memberi ruang yang lebih luas untuk meningkatkan mutu dan kapasitas pelayanan.

Wakil Ketua DPW PAN Jawa Timur itu juga menilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu membangun sistem pelayanan yang lebih terintegrasi agar beban layanan tidak hanya bertumpu pada RSUD Dr. Soetomo. Penguatan rumah sakit rujukan lain yang memiliki kemampuan bedah saraf, pengembangan jejaring layanan, serta pengaturan pola rujukan perlu segera dikaji.

"Kita harus berpikir sistemik. Apabila kapasitas di RSUD Dr. Soetomo sudah melampaui kemampuan pelayanan, maka pemerintah perlu memperkuat rumah sakit rujukan lain sehingga pasien tidak harus menunggu terlalu lama. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pelayanan kesehatan," katanya.

Suli menegaskan Komisi E DPRD Jawa Timur akan terus mengawal persoalan tersebut melalui fungsi pengawasan. Pihaknya juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama manajemen RSUD Dr. Soetomo menyusun langkah konkret untuk mengurangi waktu tunggu operasi, meningkatkan kapasitas layanan bedah saraf, serta memperkuat sistem rujukan.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.