SURABAYA ( LENTERA ) - Waktu sendirian sering kali dianggap identik dengan rasa sepi. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa me time yang dijalani secara sadar justru dapat membantu seseorang mengenali diri sendiri, mengurangi stres, hingga meningkatkan kreativitas.
Psikolog menyebut kemampuan menikmati waktu sendiri sebagai bagian dari solitude, yakni kondisi ketika seseorang memilih menyendiri untuk memulihkan energi, bukan karena merasa terisolasi. Dalam beberapa tahun terakhir, tren ini juga semakin populer seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental dan praktik self-care.
Mengisi waktu sendiri pun tak harus dihabiskan dengan menggulir media sosial. Ada banyak aktivitas sederhana yang dapat membuat pikiran lebih rileks sekaligus memberi manfaat jangka panjang.
Journaling Redakan Pikiran Penuh
Menulis jurnal menjadi salah satu aktivitas yang paling banyak direkomendasikan dalam praktik self-care. Dengan menuangkan pikiran dan perasaan ke dalam tulisan, seseorang dapat mengenali emosi yang dirasakan sekaligus mengurangi beban mental.
Sejumlah penelitian yang dipublikasikan American Psychological Association (APA) dan berbagai jurnal psikologi menunjukkan bahwa expressive writing dapat membantu menurunkan tingkat stres serta meningkatkan kesejahteraan emosional.
Tak sedikit pula yang menjadikan journaling sebagai media berkreasi. Halaman jurnal dihiasi stiker, bunga kering, gambar, maupun ilustrasi sehingga aktivitas ini terasa lebih menyenangkan.
Agar lebih bermakna, jurnal dapat diawali dengan menuliskan rasa syukur atau afirmasi positif, lalu ditutup dengan target maupun motivasi untuk diri sendiri.
Baca dan Tulis Perkaya Perspektif
Membaca bukan sekadar hiburan. Aktivitas ini membantu memperluas wawasan, meningkatkan empati, serta melatih kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Setelah membaca, banyak orang memilih melanjutkannya dengan menulis—baik berupa catatan, puisi, cerita pendek, hingga refleksi pribadi. Kombinasi membaca dan menulis dinilai efektif melatih kreativitas sekaligus menjaga kesehatan kognitif.
Pilihan bacaan pun beragam, mulai dari novel, buku sejarah, pengembangan diri, antologi puisi, hingga buku tentang bahasa asing.
Olahraga Jaga Tubuh dan Pikiran
Kesehatan mental tidak terlepas dari kondisi fisik. Aktivitas olahraga terbukti membantu tubuh melepaskan hormon endorfin yang berkaitan dengan rasa bahagia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150–300 menit setiap pekan untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental.
Jika ingin menikmati waktu sendiri, beberapa pilihan olahraga yang bisa dilakukan antara lain yoga, lari, bersepeda, berenang, atau latihan beban.
Selain meningkatkan kebugaran, olahraga rutin juga membantu memperbaiki kualitas tidur dan menjaga daya tahan tubuh.
Puzzle-Sudoku Latih Otak
Sesekali menjauh dari gawai juga bisa menjadi bentuk self-care.
Permainan konvensional seperti puzzle, teka-teki silang, sudoku, hingga solitaire dapat melatih konsentrasi, kemampuan memecahkan masalah, serta berpikir strategis.
Aktivitas semacam ini juga memberi kesempatan otak untuk fokus pada satu hal tanpa gangguan notifikasi, sehingga membantu mengurangi kelelahan mental akibat paparan layar yang terus-menerus.
Fotografi Nikmati Momen
Tak harus bepergian jauh, berjalan santai di sekitar lingkungan rumah sambil membawa kamera atau ponsel bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan.
Fotografi mendorong seseorang lebih memperhatikan detail yang sering terlewat, mulai dari cahaya matahari, pepohonan, aktivitas warga, hingga ekspresi manusia.
Dalam psikologi, aktivitas ini dikenal dapat melatih mindfulness, yakni kemampuan menikmati momen saat ini dengan penuh kesadaran.
Hasil foto pun bisa dimanfaatkan kembali sebagai koleksi pribadi, unggahan media sosial, hingga pelengkap jurnal harian.
Pakar kesehatan mental menilai me time bukan soal berapa lama seseorang menyendiri, melainkan bagaimana waktu tersebut digunakan untuk memulihkan energi.
Mengurangi penggunaan media sosial, melakukan aktivitas yang disukai, dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan hidup di tengah rutinitas yang padat.(far,ist/dya)




.jpg)