Fraksi PKS DPRD Jatim Soroti Kesenjangan Akses Kesehatan Madura Kepulauan hingga Jatim Selatan
SURABAYA (Lentera) -Kesenjangan akses layanan kesehatan masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Jarak antarwilayah dan kondisi geografis membuat kualitas layanan kesehatan masyarakat belum sepenuhnya merata.
Sekretaris Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, mengungkapkan persoalan tersebut terlihat jelas jika membandingkan wilayah kepulauan, kawasan selatan, timur, hingga barat Jawa Timur dengan daerah yang berada di lingkar tengah kota atau ibu kota.
“Misalnya untuk daerah Madura kepulauan, kemudian daerah Jawa Timur bagian selatan, Jawa Timur bagian timur, dan Jawa Timur bagian barat. Ini tentu sangat berbeda kualitas akses kesehatannya dengan mereka yang berada di lingkar tengah kota atau ibu kota,” ungkap Puguh, Minggu (23/8/2027).
Anggota Komisi E DPRD Jatim itu menilai tantangan geografis menjadi salah satu persoalan nyata dalam pemerataan akses kesehatan. Jawa Timur memiliki banyak kabupaten/kota dengan jarak antarwilayah yang sangat jauh.
Menurut Puguh, persoalan serupa juga terjadi di berbagai wilayah kategori 3T di Indonesia. Karena itu, ia menilai kesehatan memiliki urgensi yang tidak kalah penting dibanding pendidikan.
“Pemerintah pusat hingga daerah didorong untuk menjadikan layanan kesehatan sebagai mandat utama kebijakan yang segera diurai permasalahannya," terangnya.
Puguh mendukung upaya pemerintah untuk menyelesaikan akar persoalan kesehatan dasar. Ia menyebut sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian, mulai dari ketersediaan fasilitas, distribusi tenaga medis, kapasitas rumah sakit, hingga ketersediaan dokter spesialis.
Selain persoalan fasilitas dan sumber daya manusia, Puguh juga menyoroti kompleksitas proses penjaminan kesehatan yang kerap menjadi kendala di masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Puguh di tengah rencana pemerintah menghadirkan ambulans udara dan tim dokter terbang untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas medis.
Pemerintah menyiapkan konsep yang tidak hanya berorientasi pada evakuasi pasien menggunakan ambulans udara. Tim medis juga diharapkan dapat mendatangi langsung warga yang membutuhkan penanganan serius tetapi tidak memungkinkan melakukan perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
Bagi Puguh, terlepas dari pro-kontra mengenai ambulans udara, pemerataan layanan kesehatan tetap menjadi persoalan utama yang harus diselesaikan, termasuk melalui perbaikan infrastruktur dan pembenahan sistem penjaminan kesehatan.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH




.jpg)