ERUPSI Gunung Anak Krakatau tak lagi menjadi persoalan yang hanya berlangsung di sekitar Selat Sunda. Abu vulkaniknya telah menembus ruang udara hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki dan bergerak mengikuti arah angin ke sejumlah wilayah. Hingga Minggu (6/9/2026) ada sekitar 6 provinsi yang disebut Badan Geologi sebagai wilayah terdampak sebaran abu. Mulai Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Sumatra Selatan dan Sumatra Barat. Abu memicu keluhan mata perih, tenggorokan tidak nyaman, hingga sesak napas di sejumlah wilayah. Abu juga terpantau di Bogor, Sukabumi, dan Jakarta. Penerbangan salah satu sektor yang terimbas parah. Sedikitnya 467 penerbangan di 8 bandara tiarap. Ada sekitar 150.000 orang menumpuk di terminal-terminal penumpang imbas gangguan operasional tersebut. Tak hanya abu, pada 4–5 September 2026, warga di sejumlah wilayah Jawa Barat mengaku mendengar suara dentuman dan getaran. Laporan berasal dari Bandung Raya, Sumedang, Purwakarta dan Cianjur. Di waktu yang sama, aktivitas vulkanik tidak hanya berlangsung di Anak Krakatau. Pada Minggu (6/9/2026), Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Semeru di Jawa Timur juga dilaporkan mengalami gejolak. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/07092026.pdf






.jpg)