PFI Malang Gelar Pameran Foto, Menyibak Cerita di Balik Tema "Tanah, Pangan, dan Harapan"
MALANG (Lentera) - Tanah bukan sekadar tempat berpijak, sementara pangan tak sekadar hadir di atas meja. Di balik keduanya, tersimpan cerita tentang orang-orang yang menggantungkan hidup, proses panjang menghasilkan pangan, hingga harapan agar sumber kehidupan tersebut tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Cerita itulah yang coba disibak Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang melalui pameran foto bertema "Tanah, Pangan, dan Harapan" yang dibuka bertepatan dengan Hari Tani Nasional, Kamis (24/9/2026).
Pameran yang digelar di Gedung Parkir Kayutangan, Kota Malang, tersebut menampilkan sekitar 120 foto yang dikemas dalam 24 foto cerita. Karya-karya itu merupakan hasil jepretan sekitar 21 pewarta foto PFI Malang, dengan kurasi oleh Fully Syafi dan Idealita Ismanto.
"Karena kita sebagai manusia ini berasal dari tanah, makan juga dari bahan-bahan yang berasal dari tanah. Kita sudah seharusnya melihat apa orang-orang yang berkecimpung di situ," ujar Ketua PFI Malang, Darmono.
Melalui karya-karya yang dipamerkan, PFI Malang mencoba menghadirkan cerita yang selama ini mungkin luput dari perhatian masyarakat. Tidak hanya mengenai hasil pangan, tetapi juga orang-orang, lingkungan, hingga proses panjang yang berada di baliknya.
Lokasi pengambilan foto pun beragam. Tidak hanya di Kota Malang dan Kabupaten Malang, sejumlah pewarta foto juga mengabadikan cerita pangan dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Ragamnya mencakup pangan yang bersumber dari hutan, pertanian padi dan sayuran, peternakan, hingga sektor perikanan. Salah satu karya bahkan mengangkat pengelolaan sisa makanan di sebuah hotel.
Dalam karya tersebut, pewarta foto merekam bagaimana sisa makanan yang masih dapat dimanfaatkan tidak serta-merta dibuang. Makanan tersebut dikelola untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Cerita lain yang mendapat ruang khusus dalam pameran adalah Pasar Gadang. Pasar yang dikenal sebagai salah satu pasar induk di Kota Malang itu dipotret dalam konteks distribusi pangan sekaligus proses perbaikannya.
Darmono mengatakan Pasar Gadang menjadi salah satu cerita yang menarik karena pasar tersebut kini tengah diperbaiki setelah sebelumnya tidak dapat dilakukan selama sekitar 35 tahun. "Dan itu menjadi harapan juga agar menjadikan distribusi pangan semakin lancar, transaksi jual beli di sana bisa nyaman," katanya.
Tema "Tanah, Pangan, dan Harapan" juga membawa perhatian pada kondisi lahan pertanian di Kota Malang. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, yang hadir dalam pembukaan pameran, mengaku mendapat perspektif berbeda setelah melihat karya-karya yang ditampilkan.
Ia menyebut sejumlah foto menghadirkan sisi kehidupan yang mungkin selama ini terlupakan dalam keseharian masyarakat.
"Saya melihat sudut-sudut pandang yang lain yang mungkin terlupakan dari kehidupan kita sehari-hari," kata Amithya.
Salah satu hal yang menurutnya kembali mengingatkan adalah keberadaan pertanian padi di Kota Malang. Ia menyoroti semakin terbatasnya lahan pertanian sekaligus jumlah petani yang masih menggeluti sektor tersebut.
Pameran "Tanah, Pangan, dan Harapan" berlangsung selama 4 hari hingga Minggu (27/9/2026). Selain pameran foto, rangkaian kegiatan juga diisi diskusi mengenai ketahanan pangan pada hari pembukaan.
Sementara pada Sabtu (26/9/2026), PFI Malang menjadwalkan diskusi karya sebagai bagian dari rangkaian pameran.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan Pemerintah Kota Malang. Asisten II Pemkot Malang, Dyah Ayu, hadir mewakili Wali Kota Malang dalam pembukaan pameran.
Ia menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pameran yang dinilai menghadirkan karya-karya pewarta foto dengan beragam sudut pandang. Dyah juga menyampaikan Wali Kota Malang memberikan perhatian terhadap karya pewarta foto yang ditampilkan dalam pameran tersebut.
Bahkan, katanya, Pemkot Malang akan mengagendakan kesempatan lain untuk menggelar lomba khusus pewarta foto dengan lokus di wilayah Kota Malang. "Ini menunjukkan beliau sangat tertarik terhadap foto-foto yang ada di sini," kata Dyah. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi








.jpg)





.jpg)


.jpg)