SURABAYA (Lentera)– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat pencegahan penularan campak dengan mendorong deteksi dini gejala, peningkatan edukasi masyarakat, dan kelengkapan imunisasi campak-rubela (MR) pada anak. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus dan potensi kejadian luar biasa (KLB) campak di Kota Pahlawan.
Upaya tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/20645/436.7.2 Tahun 2026 tentang Penguatan Edukasi Masyarakat dan Kewaspadaan Terhadap Penularan Campak serta Potensi KLB di Kota Surabaya. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 440/35081/012/2026 mengenai kewaspadaan terhadap peningkatan kasus dan potensi KLB campak di Jawa Timur.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat. Namun, risiko penularannya dapat ditekan melalui imunisasi dan penerapan langkah pencegahan yang tepat.
“Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat, namun dapat dicegah melalui imunisasi dan penerapan perilaku pencegahan yang tepat,” kata Billy, Rabu (14/10/2026).
Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, Pemkot Surabaya mengoptimalkan penyebaran informasi melalui perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, media sosial resmi pemerintah, hingga kegiatan kemasyarakatan.
Edukasi juga dilakukan melalui Posyandu, PKK, dan Kader Surabaya Hebat (KSH). Mereka diharapkan membantu menyebarluaskan informasi mengenai gejala, cara penularan, dan pencegahan campak agar menjangkau lebih banyak keluarga.
Billy mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam yang disertai ruam pada kulit atau gejala lain yang mengarah pada campak.
“Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam yang disertai ruam pada kulit atau gejala lain yang mengarah pada campak. Pemeriksaan sejak dini diharapkan membantu tenaga kesehatan melakukan penilaian dan memberikan penanganan sesuai kondisi pasien,” jelasnya.
Selain deteksi dini, Pemkot Surabaya menekankan pentingnya kelengkapan imunisasi campak-rubela (MR). Orangtua diminta memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai usia dan jadwal yang dianjurkan.
Kecamatan dan kelurahan juga didorong mendukung pelaksanaan imunisasi rutin, imunisasi kejar bagi anak yang belum melengkapi dosis, serta imunisasi tambahan sesuai kebijakan dan hasil kajian epidemiologi.
"Kami berharap keterlibatan keluarga, kader kesehatan, dan berbagai unsur masyarakat dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan pemanfaatan layanan imunisasi," tutupnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH





.jpg)