24 October 2026

Get In Touch

Fraksi PKS DPRD Jatim Dukung Penguatan Pesantren untuk Menjaga Moral Bangsa

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas.

SURABAYA (Lentera) – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Timur mendukung keberadaan pesantren dan penguatan peran santri dalam menjaga kedaulatan, moral, serta etika bangsa. Dukungan tersebut untuk membentuk generasi muda yang memiliki integritas, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap masa depan Indonesia.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, mengungkapkan nilai-nilai perjuangan santri memiliki relevansi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.

“Santri adalah sebuah perwujudan dedikasi yang sudah terbukti dan terwujud memberi kontribusi terbaiknya untuk bangsa dan negara,” ungkap Puguh, Jumat (23/10/2026).

Menurut Anggota Komisi E DPRD Jatim itu, perjalanan sejarah menunjukkan kontribusi santri dalam mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan dan kedaulatan. Nilai perjuangan tersebut, kata dia, perlu terus diperkuat agar dapat menjadi pedoman bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan.

Politisi PKS dari daerah pemilihan Malang Raya ini menilai generasi milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha memiliki peran penting dalam menentukan arah bangsa ke depan. Karena itu, nilai-nilai perjuangan yang telah tumbuh di lingkungan pesantren perlu diadopsi dalam kehidupan generasi saat ini.

“Oleh karena itu nilai-nilai juang santri perlu kita kuatkan di dalam perjalanan bangsa ini,” pintanya.

Puguh menyebut sejumlah nilai yang perlu diperkuat, di antaranya keikhlasan dalam perjuangan, hubbul wathon minal iman atau cinta tanah air, kemandirian, integritas, akhlak budi pekerti yang mulia, tanggung jawab, serta solidaritas atau ukhuwah islamiyah.

“Ini adalah nilai juang yang saya anggap perlu diadopsi di era sekarang,” tegasnya.

Puguh juga mendukung keberadaan pesantren dan santri di Jawa Timur yang jumlahnya cukup besar. Ia menyebut terdapat sekitar 7.000 pesantren dan hampir 250.000 santri di provinsi ini. Menurutnya, keberadaan pesantren menjadi bagian penting dalam menopang keberlangsungan bangsa.

Politisi yang berlatar belakang dokter tersebut menegaskan dukungannya agar pesantren dan santri terus berperan dalam menjaga kedaulatan, moral, dan etika bangsa. Penguatan nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membantu membentuk generasi muda yang memiliki karakter dan semangat perjuangan.

“Nilai tersebut dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Pradhita
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.