29 October 2026

Get In Touch

Kronologi Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol yang Tewaskan 30 Orang, PM Syok

Tim layanan darurat bekerja di lokasi kecelakaan kereta yang melibatkan kereta berkecepatan tinggi Renfe AVE dan kereta Iryo, sekitar 150 km di sebelah selatan Madrid tepatnya di antara Urda dan Los Yebenes, provinsi Toledo pada Rabu (28/10/2026) -AFP
Tim layanan darurat bekerja di lokasi kecelakaan kereta yang melibatkan kereta berkecepatan tinggi Renfe AVE dan kereta Iryo, sekitar 150 km di sebelah selatan Madrid tepatnya di antara Urda dan Los Yebenes, provinsi Toledo pada Rabu (28/10/2026) -AFP

URDA (Lentera) -Kecelakaan yang melibatkan dua kereta cepat di Spanyol menewaskan sedikitnya 30 orang pada Rabu (28/10/2026).

Tabrakan terjadi di wilayah Urda, Castilla-La Mancha, sekitar 130 kilometer di selatan Madrid, dan menjadi kecelakaan besar kedua yang melibatkan kereta cepat di Spanyol sepanjang tahun ini.

Dilansir dari AFP, sumber otoritas Castilla-La Mancha menyebutkan bahwa setidaknya 30 orang tewas dalam insiden tersebut.

Jumlah itu meningkat dari laporan awal yang mencatat 10 korban tewas. Sementara itu, jumlah korban luka belum diumumkan.

Juru bicara Pemerintah Castilla-La Mancha, Esther Padilla, memperingatkan bahwa korban jiwa masih dapat bertambah.

"Ada kemungkinan jumlah korban akan bertambah," katanya kepada media lokal CMM.

Kronologi tabrakan kereta cepat di Spanyol

Menurut layanan darurat Spanyol, kecelakaan terjadi sesaat sebelum pukul 09.00 waktu setempat.

Tabrakan melibatkan kereta milik operator negara Renfe dan perusahaan swasta Spanyol, Iryo.

Foto-foto yang beredar di media lokal memperlihatkan puing kedua kereta berserakan di sepanjang rel dan tanggul.

Sejumlah penumpang terlihat meninggalkan lokasi sambil membawa koper, sedangkan petugas penyelamat bergegas menangani korban.

"Semua sumber daya saat ini telah dikerahkan," kata juru bicara layanan darurat kepada AFP.

Operasi penyelamatan melibatkan beberapa tim pemadam kebakaran, tiga helikopter, dan dua unit perawatan intensif keliling.

Renfe kemudian mengumumkan penghentian operasional jalur utama kereta cepat yang menghubungkan Madrid dengan wilayah selatan Spanyol.

PM Spanyol batalkan agenda seusai kecelakaan

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyampaikan dukacita melalui media sosial X setelah menerima laporan kecelakaan tersebut. Sanchez mengaku "syok" dan menyampaikan kasih sayang, solidaritas, dan dukungan bagi seluruh korban beserta keluarga mereka.

PM Spanyol juga membatalkan kehadirannya dalam pertemuan puncak mengenai obesitas di Madrid.

Partai Sosialis yang dipimpinnya turut menangguhkan seluruh kegiatan kampanye menjelang pemilihan umum pada 29 November 2026.

Kecelakaan tersebut terjadi ketika Sanchez berupaya mempertahankan kekuasaannya setelah delapan tahun menjabat, di tengah ketertinggalan dalam jajak pendapat.

Sebelumnya, pemerintahannya juga menghadapi kritik terkait penanganan kecelakaan kereta cepat pada Januari 2026.

Pihak Kerajaan Spanyol mengaku terkejut dan prihatin atas tragedi terbaru yakni tabrakan kereta cepat tersebut.

Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan "Eropa turut berduka", sedangkan Presiden Perancis Emmanuel Macron menyampaikan "solidaritas" negaranya.

Kecelakaan kereta cepat kedua di Spanyol tahun ini

Tragedi di Urda kembali menyoroti keselamatan jaringan kereta cepat Spanyol yang merupakan terbesar kedua di dunia setelah China.

Pada Januari 2026, tabrakan dua kereta cepat di dekat Adamuz, Spanyol selatan, menewaskan 46 orang. Insiden tersebut menjadi kecelakaan kereta api paling mematikan di Spanyol sejak tragedi Santiago de Compostela pada 2013 yang merenggut 80 nyawa.

Kedua kecelakaan pada 2026 terjadi di jalur yang menghubungkan Madrid dan Sevilla.

Jalur tersebut merupakan salah satu rute tersibuk di Spanyol sekaligus lintasan kereta cepat pertama negara itu.

Rute Madrid-Sevilla mulai beroperasi pada 1992, bertepatan dengan penyelenggaraan pameran dunia di Sevilla (*)

Editor: Arifin BH/Kompas

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.