24 August 2026

Get In Touch

RI Dikepung Enam Ribu Titik Api (Koran Jumat, 21 Agustus 2026)

DATA pemantauan terbaru dari aplikasi SiPongi Kementerian Kehutanan mengungkap eskalasi kritis bencana ekologis di tanah air. Dalam 24 jam terakhir hingga Kamis (20/8/2026), sebanyak 6.352 titik panas (hotspot) terdeteksi membakar berbagai wilayah Indonesia. Lonjakan signifikan ini dipicu fenomena El Niño kuat yang sedang berlangsung. Cuaca kering ekstrem mengubah ribuan hektare hutan dan lahan gambut menjadi bara yang membakar. Berdasarkan sensor satelit penginderaan jauh BMKG dan Kementerian Kehutanan, Pulau Kalimantan mencatatkan konsentrasi titik api paling masif. Kalimantan Tengah memimpin dengan 2.063 titik, disusul Kalimantan Barat (1.982 titik), Kalimantan Selatan (512 titik), dan Kalimantan Timur (507 titik). Di luar Borneo, anomali suhu permukaan juga terdeteksi merata mulai dari Sumatera Selatan (216 titik), Papua Selatan (196 titik), hingga Nusa Tenggara Timur (145 titik). Satelit Google bahkan mencatat area severe fire di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, meluas hingga melampaui 535 kilometer persegi. Kesehatan dan warga menjadu taruhannya.Paparan partikel halus (PM 2,5) yang melonjak drastis memicu badai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di berbagai daerah. Di sisi lain, penerbangan hingga lalu lintas jalan raya menjadi area berbahaya. Bak kaset tua yang diputar berulang, tragedi kebakaran hutan dan lahan kembali membara tanpa pencegahan berarti. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/21082026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera Today.
Lentera Today.