YOGYAKARTA (Lentera) -Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii meminta proses pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Kalimantan Selatan (Kalsel) dipercepat.
Ia menjelaskan, proses pengangkatan kapal atau salvage itu diatur dalam undang-undang pelayaran, bahwa setiap kecelakaan yang berada di perairan laut aktif, pemilik kapal wajib mengangkat kapal, memindahkan atau menenggelamkan kapal supaya alur laut tidak terganggu.
Ia menjelaskan, di dalam KM Virgo saat ini masih ada korban yang terjebak.
“Karena kita tahu di dalam kapal masih ada korban, kita meminta bahwa amanah undang-undang itu bisa dilaksanakan secepat-cepatnya. Dengan harapan untuk bisa kita laksanakan evakuasi atau pencarian dan evakuasi seluruh korban yang berada dalam kapal,” katanya saat ditemui di The 13 Asean Transport Sar Forum, di Yogyakarta, Selasa (29/9/2026).
Ia berharap proses untuk melakukan salvage ini dapat dipercepat agar para korban dapat segera dievakuasi.
“Itu yang sedang kita dorong untuk bisa segera dilaksanakan, sehingga kita yakinkan bahwa di dalam kapal ini mudah-mudahan seluruh korban bisa kita evakuasi dan bisa kita serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan tuntunan ajaran masing-masing,” jelas dia.
Terkait waktu dalam proses salvage, ia menjelaskan, bahwa hal tersebut tergantung dari jenis dan ukuran kapal, serta karakteristik laut. KM Virgo memiliki panjang hampir 120 meter, dengan lebar 21 meter, dan tinggi kurang lebih 18 meter.
“Kalau misalkan semuanya sudah tersetting dengan baik, proses itu sebenarnya tidak terlalu lama,” ujar dia.
Peralatan Salvage Berada di Singapura
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin menyebut peralatan salvage untuk mengangkat bangkai KM Virgo sudah berada di Singapura.
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto mengatakan, lembaga asuransi internasional Protection and Indemnity (P&I), penanggung jawab bersama pemilik KM Virgo, telah menyiapkan seluruh peralatan. P&I tinggal menunjuk mitra pelaksana salvage.
"Dan semuanya itu sudah dipastikan peralatannya berupa crane barge (kapal kran apung), lengkap dengan main boom (sistem lengan utama)," ucapnya dilansir dari Antara, Senin.
Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 yang membawa 243 penumpang mengalami insiden kecelakaan di Perairan Kalsel dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Pada hari ke-16 pencarian, Senin (28/9/2026), Tim SAR Gabungan menemukan 5 jenazah. Sehingga total korban meninggal bertambah menjadi 71 orang.
Sebanyak 108 orang selamat dan 64 masih dicari.
Pencarian terhadap korban tetap difokuskan pada upaya penyelaman. Selain itu, penyisiran di wilayah pesisir Kalimantan Tengah (Kalteng) seperti di perairan Kabupaten Seruyan, Kotawaringin Barat, dan Seruyan juga terus diintensifkan.
Sejauh ini, DVI Biddokkes Polda Kalsel telah berhasil mengidentifikasi 41 jenazah dari 70 jenazah yang masuk ke instalasi forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Banjarmasin (*)
Editor: Arifin BH/Kompas







.jpg)


.jpg)






.jpg)